Kisaran (SIB), Nopember 10th, 2008, Tim IV DPRD Sumut yang terdiri dari Abdul Hakim Siagian SH MHum (Ketua) didampingi Mursito Kabu Kasuda, Zulkarnaen St, Syamsul Hilal, Asnan Said, Akmal Samosir dan Ketua DPRD Asahan Drs Bustami HS kepada sejumlah wartawan media cetak, Jumat (7/11) malam di rumah makan Sempurna, Jalan Imambonjol Kisaran mengatakan, kehadiran Tim IV ke Asahan, Tanjungbalai dan Batubara dalam rangkaian tugas kunker untuk mengevaluasi pelaksanaan pembangunan dari tahun 2006, 2007 dan 2008 yang dananya bersumber dari APBD Provsu. Selain itu, Tim IV DPRD Sumut saat meninjau beberapa proyek berbincang-bincang dengan masyarakat di 3 kabupaten/kota tentang wacana pembentukan Propinsi Aslab, ternyata disambut baik dan positif warga. Dalam menyikapi keinginan masyarakat itu kami mempunyai tugas dan tanggung jawab penuh sebagai mana yang dilakukan DPRD Sumut terhadap pembentukan Protap yang kemungkinan 2009 bisa direalisasikan, kata Abdul Hakim Siagian SH. “Antara Protap dan pembentukan Propinsi Aslab berpeluang sama,” imbuh Abdul Hakim Siagian. Agar pembentukan Propinsi Aslab ini dapat terwujud, Abdul Hakim Siagian, memberi isyarat agar masyarakat bersatu sebagai mana masyarakat yang mendukung Protap, bila ini bisa dicapai maka legislatif dan birokrat di 3 kabupaten/kota yang saat ini telah menjadi 6 kabupaten/kota bersatu mendukung hajatan masyarakat. Dari SDM dan SDA, luas wilayah dan persyaratan lainnya, Propinsi Aslab sangat memungkinkan dan memenuhi syarat administrasi, karena itu semua elemen dan pihak harus bersatu menyatukan visi dan misi dengan meninggalkan egoistis. “Protap Oke, Propinsi Aslab Yes,” ujar A Hakim Siagian. Rencana dan hajat ini adalah mulia, karena dengan terealisasinya propinsi akan terbuka peluang di kalangan legislatif, eksekutif, yudikatif untuk menduduki suatu jabatan dan perubahan ini berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat karena semakin dekatnya jarak pemerintahan dengan masyarakat. Mata rantai yang ditempuh tidak lagi sejauh sekarang, kata Abdul Hakim Siagian. Agar rencana pembentukan Propinsi Aslab yang didukung DPRD Sumut melalui Tim IV, Abdul Hakim Siagian menyarankan agar bola salju yang telah menggelinding dan mendapat dukungan ini cepat sampai di Senayan (DPR RI) lebih awal membentuk tim pembentukan sebagaimana yang dilakukan penggagas Protap harus dijadikan sebagai motivasi. Terbentuknya Propinsi Aslab akan mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi kerakyatan melalui pertanian, perkebunan, industri dan nelayan yang memang daerah ini memiliki potensi plus daerah ini mempunyai potensi alam dalam kelautan untuk dijadikan sebagai kawasan pelabuhan international dan pembangunan bandara, ujar Abdul Hakim Siagian SH MHum yang memang sebelumnya aktif pada kegiatan advokasi. Lanjut Abdul Hakim Siagian, nantinya daerah ini akan menjadi daerah yang luar bisa karena ditangani putra daerah, namun kita harus tetap menjaga kesatuan dan kebersamaan di atas perbedaan suku dan agama, karena itu dari awal rencana pembentukan propinsi ini harus diawali dari komitmen yang kuat dan perjuangan yang solid,” katanya. Sebelum Asahan mempublikasikan keinginan untuk pembentukan Propinsi Aslab, Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Labuhanbatu sudah lebih dahulu menyatakan sikap. Dengan adanya keinginan masyarakat Asahan untuk mewujudkan Propinsi Aslab yang sejak beberapa tahun lalu sudah dikumandangkan dan diharapkan sebelum 2010 bisa terwujud dibutuhkan “gaya” bukan lagi sebatas ide, imbuh Abdul Hakim Siagian SH MHum yang caleg PAN dari Dapem Asahan, Tanjungbalai dan Batubara untuk DPR RI. Sementara Syamsul Hilal mengatakan, peluang masih terbuka karena pemekaran bukan barang haram dan pemekaran ini telah dituangkan melalui UU Otda. Atas dasar itu pembentukan Propinsi Aslab berpeluang sama dengan pembentukan Protap, hanya saja bagaimana masyarakat di daerah ini apakah segigih masyarakat yang mendukung Protap. Pembentukan Propinsi Aslab, adalah upaya memutus mata rantai ekonomi kapitalis kolonial yang diterapkan bangsa kita, padahal Bung Hatta di tahun 1956 di Negara China sudah mengumandangkan ekonomi sosialis (kerakyatan), China telah diakui Negara adi daya dan kuasa sebagai Negara yang kuat dan sehat perekonomiannya yang menganut azas ekonomi sosialis. “Jika saja Negara kita menganut azas ekonomi kerakyatan potensi alam ini diyakini bisa mensejahterakan masyarakat, bayangkan sektor kelautan kita memiliki potensi alam mencapai 52 miliar dollar AS per tahun, namun kekayaan ini bukan diperuntukkan untuk masyarakat akan tetapi kepada pengusaha demikian juga dalam kehidupan pekerja hasil yang dinikmati tidak sesuai dengan kemampuannya yang menikmati kemampuan pekerja itu adalah pengusaha karena azas ekonomi kapitalis harus dirubah menjadi azas sosialis kalau kita menginginkan Negara ini bisa bertahan untuk selamanya. Selagi azas ekonomi ini tidak dirubah karena memang ekonomilah menjadi tiang Negara, maka diperkirakan 20 tahun mendatang Indonesia tidak ada lagi, kata Syamsul Hilal. Akmal, Mursito dan Asnan Sidik sependapat dengan Syamsul Hilal dan Abdul Hakim Siagian, agar pembentukan Propinsi Aslab ini bisa terwujud harus disambut dan didukung semua pihak. Ide ini masih berbentuk kepompong belum kupu-kupu agar cepat menjadi kupu-kupu diperlukan kesamaan dan kesatuan yang utuh antara pemerintah, legislatif dan rakyat sehingga sebelum terpilihnya DPRD kabupaten/kota dan Propinsi Sumut yang baru, semuanya sudah “on time”.