Jalan Alternatif Parombunan-Sarudik Sudah Mulus

SIBOLGA-METRO, 28 Januari 2009; Setelah sekian lama dijuluki sebagai ‘jalan darurat’ kini Jalan Alternatif Parombunan-Sarudik yang berada di perbatasan Kota Sibolga dengan Kabupaten Tapanuli Tengah tepatnya di atas bukit menuju kuburan Cina parombunan telah berubah wujud menjadi jalan yang mulus tanpa ada lobang-lobang yang menganga. Amatan METRO di Jalan Alternatif, Selasa (27/1) yang dulu kondisinya sangat memprihatinkan dengan dihiasi lobang yang menganga, sekarang sudah jauh berubah. Jalan Alternatif tersebut sudah dapat dilalui dengan baik oleh masyarakat yang berjalan kaki maupun pengendara kendaraan roda dua dan roda empat sekalipun. Berbagai tanggapan dan harapan terucap dari sejumlah masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di Jalan Alternatif tersebut. Di mana perubahan kondisi jalan itu membuktikan bahwa aspirasi dan permintaan masyarakat direspon baik oleh pemerintah setempat. L Simatupang salah seorang warga yang melintas mengaku senang dengan adanya pembenahan jalan yang dilakukan Pemerintah. Dan berharap kiranya Pemerintah juga berkenan memasang lampu penerang jalan di Jalan Alternatif tersebut. “Kami juga berharap Pemerintah dapat memasang rambu-rambu lalu lintas sebagai tanda, agar jangan kebut-kebutan disepanjang jalan alternatif. Harapan kami rambu-rambu itu dapat mencegah terjadinya kecelakaan, karena di sekitar jalan Alternatif ini banyak pemukiman penduduk yang setiap harinya dilalui oleh anak-anak dan orang tua ,” tukas L Simatupang. Semakin bagusnya kondisi jalan membuat para pengendara sepeda motor semakin ramai dan rentan terjadi kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan anak-anak sekolah saat berangkat ke sekolah saat melintasi jalan alternatif. Senada dikatakan K br Sianipar. Yakni meminta pemerintah memasang lampu penerang jalan mengingat jalan Alternatif Parombunan-Sarudik masih rawan dilintasi hewan-hewan liar. Di mana pada suatu hari dalam minggu ini, ia melihat seekor ular yang panjang sekitar 2 meter melintas dibadan jalan yang menurutnya sewaktu-waktu dapat membahayakan warga yang melintas khususnya anak-anak. “Oleh karena itu, kami minta kepada pemerintah untuk dapat memasang lampu penerang jalan, agar di malam hari jalan tetap terang. Dan warga yang melintas terutama anak-anak tidak digigit ular karena tidak sengaja menginjaknya akibat kondisi jalan yang gelap pada malam hari,” katanya sembari mengatakan masyarakat di sekitar jalan alternatif sudah sering melihat ular yang melintas di badan jalan tersebut, karena dulunya sebelum jadi kampung merupakan sarang ular. Sementara itu R Pandiangan salahseorang pengemudi sepedamotor yang kebetulan melintas dari tempat tersebut menyambut baik perbaikan jalan itu. “Kondisi jalan sudah lumayan, tapi kalau boleh badan jalan diperlebar lagi,” tambah Pandiangan yang mengaku berprofesi sebagai salahsatu sales di perusahaan swasta yang berkantor di Kota Sibolga.

 

 

About these ads
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: