Tim DPR RI Teliti Kasus Alih Fungsi Lahan Eks Tranmigran oleh Nauli Sawit di Tapteng

Medan (SIB), Januari 30th, 2009, Tim Komisi IV DPR RI akan meninjau lapangan untuk mengumpulkan data-data dari masyarakat soal kasus pengalihan fungsi lahan eks transmigrasi menjadi perkebunan oleh PT Nauli Sawit. Setelah itu Komisi IV juga akan mempertanyakan langsung kepada Bupati Tapteng Tuani Tobing. Hasilnya nanti akan menjadi bahan bagi DPR untuk disampaikan kepada aparat penegak hukum. Rombongan Komisi IV yang meneliti kasus itu diketuai Arifin Zunaidi (F-Kebangkitan Bangsa), Wakil Ketua Drs HM Syarfi Hutauruk (F-Partai Golkar), Prof Dr Bomer Pasaribu SH SE MS (F-Partai Golkar), Maruahal Silalahi (F-Partai Demokrat), Sujud Sirajudin SHMH (F-PAN) dan Syamsul Hilal (F-PKS). Menurut Syarfi Hutauruk, kasus alih fungsi lahan eks transmigran di Tapanuli Tengah itu selain ramai diberitakan media massa juga telah disampaikan kepada DPRD Sumut. Warga diakuinya, juga telah beberapa kali melaporkan ke DPR RI persoalan lahan seluas lebih kurang 6500 hektar. “Kemungkinan warga tidak puas di DPRD Sumut dan tidak adanya tindaklanjut dari penegak hukum, maka masyarakat Tapteng sudah mendatangi DPR RI di Jakarta mengadukan kasus tersebut. Sebenarnya pengaduan itu sudah sejak tahun 2008 lalu, makanya Komisi IV mengagendakan peninjauan lapangan ke lahan eks Transmigran hari Sabtu nanti,” kata Hutauruk kepada wartawan di Bandara Polonia, Kamis (29/1). Selain meneliti kasus lahan eks transmigran itu, Tim Komisi IV itu juga akan mengunjungi Madina dan Tapanuli Selatan untuk melihat persoalan pupuk yakni hilangnya pupuk bersubsidi di pasaran seperti banyak diadukan para petani di Sumut. Dikatakannya, sebenarnya volume pupuk bersusidi yang disuplai pemerintah untuk petani dalam tahun 2008 sebanyak 3,4 juta ton. “Memang dari 3,4 juta ton itu hanya 70 persen yang bisa memenuhi kebutuhan petani di seluruh Indonesia. Tapi karena banyaknya indikasi penyelewengan dan pengalihan sasaran sehingga pupuk tersebut paling-paling hanya 20 persen yang sampai langsung kepada petani. Ironisnya sebagian besar dijual untuk perkebunan-perkebunan dan banyak juga praktek mengganti karung pupuk bersubsidi itu agar bisa dijual ke pasaran,” katanya. Rombongan Komisi IV itu berangkat ke Tapsel dengan pesawat khusus selanjutnya berkeliling ke daerah-daerah pertanian di Tapsel dan Madina. Hari Sabtu mendatang barulah Komisi IV akan melakukan penelitian dengan mendatangi warga-ribuan warga eks transmigran yang telah resah dengan kasus alih fungsi lahan oleh Nauli Sawit itu.

 

 

About these ads
Komentar tulisan or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: