Dialog Jenderal TNI (Purn) Luhut Panjaitan di TV One

Jakarta (SIB), Februari 12th, 2009, Rabu (11/2) Letjend TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan memberikan wawancara dalam acara dialog di TV One, sekitar perjuangan pembentukan Propinsi Tapanuli dan kerusuhan yang terjadi di DPRDSU tanggal 3 Pebruari 2009 yang lalu.
Wawancara TV yang mengungkapkan banyak hal, kami kutip selengkapnya di bawah ini.

Luhut : Beberapa tahun yang lalu mereka datang ke saya, saya tanya, kita ini mau mendirikan Provinsi Tapanuli, sudah lama kalau tidak salah sudah 7 tahun lamanya. Jadi saya tanya, apakah kalian sudah melakukan penelitian mengenai pembentukan Provinsi Tapanuli. Mereka katakan sudah, mereka sudah melakukan penelitian dengan Universitas Gajah Mada, bahwa layak menjadi provinsi. Tetap alasan pertama, kenapa kalian ingin pembentukan provinsi gitu? ya pembangunan di kampung kami sangat tertinggal Pak, gitu. Dan itu betul menurut saya, karena kontrol dari besarnya Sumatera Utara itu, membuat sedemikian rupa bagaimanapun pembangunan itu akan tertinggal dari tempat lain, itu terbukti. Saya bilang, kalau kalian sepakat? ya silahkan saja, itukan hak kalian.

 

Tanya   : Apakah saat itu Bapak memberikan dana juga kepada mereka?

Luhut    : Oh ndak ada itu, dalam perjalanan mereka ada bikin malam pengumpulan dana, 1,5 tahun atau 2 tahun lalu. Ada 500 orang, 700 orang begitu.

Tanya : Apakah Bapak hadir saat itu ?

Luhut : Saya hadir, hadir…hadir.

Tanya : Beberapa waktu lalu, apakah anda bertemu dengan Alm bapak Abdul Aziz Angkat.

Luhut : Betul, jadi tokoh-tokoh ini minta ke saya, mengeluh gitu. Bang gimana ini, semua sudah setuju pembentukan Provinsi Tapanuli, tetapi, DPRD belum kasih rekomendasi, gitu.

Tanya : Banyak tokoh-tokoh mengeluh kepada anda, siapa sih Pak tokoh-tokoh itu.

Luhut : Banyaklah, tokoh-tokoh Golkar, anak muda dari Tapanuli itu, mereka datang ke saya. Saya bilang, okelah nanti saya bantu, gitu. Saya telepon lah beberapa teman, supaya saya ketemu pak Aziz ini, karena saya ngak kenal kali samanya. Akhirnya mereka aturlah, kami ketemu di Medan, kebetulan saya ada urusan di sekolah saya di sana. Pulang dari Politeknik di Laguboti, saya mendarat di Medan, dan saya ketemu dia di hotel, makan pagi kami. Saya bilang sama dia, dinda, bagaimana ini mengenai kampung kita ini, gitu? Kapan kira-kira mau paripurna? Saya kira mungkin tanggal 16 lah bang, bisa bikin paripurna, tetapi masih ada fraksi ngak setuju. Kalau Golkar dia bilang yang setujulah, karena dia kan dari Golkar. Saya tanya fraksi mana aja itu, dia sebutlah beberapa fraksi. Tolong lah abang atur di pusat supaya tidak berlarut-larut di sini, gitu. Saya bilang, okelah saya coba tanya nanti, begitu. Dan memang saya tanya beberapa teman untuk bantu, karena saya bilang, dibiarkan berlarut-larut, kenapa sih ? begitu loh. Dijawabin dong…, ya, ya atau tidak, jangan dibiarkan tergantung-gantung, karena inikan haknya demokrasinya mereka, mereka sudah 7 tahun memperjuangkan. setelah itu selesai, saya bilang begitu. Dan sampai sekarang saya tidak ada komunikasi lagi dengan mereka gitu. Saya dapat SMS, bahwa ada kerusuhan, tapi saya tidak perhatikan betul karena saya sibuk begitu, baru saya tahu kemudian bahwa beliau (Aziz Angkat) pergi, dan saya sangat-sangat menyesalkan insiden itu.

Tanya : Lantas, bagaimana anda melihat unjukrasa pembentukan Provinsi Tapanuli di gedung DPRDSU yang ricuh kemarin itu?

Luhut : Jadi begini, pembentukan Provinsi Tapanuli adalah hak demokrasi orang-orang itu, itu kita nggak boleh persoalkan dong! semua orang punya hak itu. Kedua, berdemonstrasi itu hak demokrasi mereka juga. Yang salah itu adalah kok sampai anarkis, apalagi sampai ada yang meninggal, itukan sangat kita sesalkan begitu, dan saya tidak setuju itu. Nah besoknya ada kemudian beberapa yang demonstrasi itu lari ke saya datang mengadu. Saya bilang, nggak boleh itu, kamu harus bertanggungjawab karena kalau salah kau harus siap diadili, dan kalau memang kau salah, kau masuk penjara. Itu harga yang harus kau bayar menebus kesalahan, gitu loh.

Tanya : Apakah ketika itu, ada yang datang kepada Bapak meminta sejumlah dana? Karena banyaknya orang yang datang sekitar 2000 an orang, datang ya, membutuhkan banyak biaya untuk melakukan aksi ini.

Luhut : Nggaklah, saya nggak campuri yang begitu-gituan. Nggak lah. Nggak ada kepentingan saya lakukan itu, nggak ada. Makanya saya aneh melihat orang, dibilang ada intelektual-intelektual, aktor intelektual, kampungan itu, nggak adalah yang gitu-gituan.

Tanya : Kalau kita lihat pak, DPRDSU sendiri tidak mensyahkan atau tidak menyetujui pembentukan Provinsi Tapanuli karena beberapa syarat. Katakanlah secara ekonomi dan juga secara sumber daya manusia ataupun alam, bahwasanya Tapanuli tidak memenuhi syarat, begitu?

Luhut : Siapa bilang? sekarang ini kalau anda lihat, kan yang survei dan bikin data adalah UGAMA. Tanyalah UGAMA itu, kalau mereka benar laporannya ya. Dia bilang imposible terjadi provinsi. Kalau dibilang itu nggak kaya, sekarang daerah itu punya geothermal banyak, tapi sekarang kan nggak di kelola, termasuklah listrik, berapa ratus Mega Watt ada di sana?. Dengan ada air Sigura-Gura berapa ribu Mega Watt bisa ada ? Itu daerah pertanian, tanahnya subur, sub tropis itu, tetapi nggak ada pertanian di sana. Jadi kalau itu menurut saya tidak akan benar. Saran saya begini loh, kita jangan bikin persoalan itu jadi complicated begitu. Coba dilihat sesederhana mungkin, sehingga gampang menyelesaikannya. Kalau dibikin complicated, tarik sana, tarik sini, akhirnya jadi gimana ya, jadi aneh sendiri kita loh.

Tanya : Apa sih sehingga Provinsi Tapanuli ini sehingga cepat-cepat terwujud. Apa potensi di Tapanuli ini sampai percaya dirinya.

Luhut : Yang pertama ini dari buah reformasi kan. Jadi orang pengen punya daerah sendiri, mungkin menurut saya ya, saya kan nggak kesana ya. Yang kedua, saya sudah sebut sama anda tadi, potensinya banyak di situ. Pertanian saya kira paling bagus di sana karena sub tropisnya. Geothermal, saya bilang tadi listrik, kalau daerah itu sediakan sekian ribu Mega Watt dengan jumlah penduduk 1,5 juta. Daerah itu kan bisa bikin banyak. Pariwisata juga bagus.

Tanya : Kalau potensinya banyak, kenapa masyarakat di sana masih kurang sejahtera juga?

Luhut : Karena tidak ada yang mengolah, tidak ada investasi. Coba, siapa yang datang ke sana? Jalan jauh. Lapangan terbang masih sangat terbelakang. Apa yang anda harapkan di situ. Kalau anda pergi ke sana, dari tahun ke tahun tidak ada perobahan.

Tanya : Kata DPRDSU sendiri bahwa di sana kekurangan Sumber Daya Manusia, sehingga tidak mengolah potensi yang ada begitu pak?

Luhut : Ya nggak juga, nggak betul juga.

Tanya : Apakah ini suara murni dari warga gitu pak tidak ada suara-suara titipan begitu pak?

Luhut : Oh nggak lah. Saya kan punya sekolah di sana, jadi saya lihat. Saya tiap-tiap 2-3 bulan ke sana. Saya lihat tingkat kemiskinan di situ. Itu tinggi. Sekarang kita buat, coba praktek pertanian, ternyata subur, bagus itu. Nah, kenapa tidak dibikin lebih baik dalam satu tataran, aturan yang benar begitu. Ya.. kalau ada potensinya itu akan lebih bagus. Paling tidak ada gubernurnya yang sudah lihat. Kalau saya bisa saja. Hanya yang sekarang saya ingin katakan, mereka ini sudah 7 tahun gitu, ya dilihatlah. Jadi semua jernih lah melihat. Inikan saya dengar tadi itu di TV jadi ada 50 ditahan. Kayaknya… kasus yang parah banget. Kek orang Batak yang berdosa amat sih.

Tanya : Ya mungkin, karena meninggalnya pak Aziz Pak?

Luhut : Itu saya tidak setuju, kalau menurut saya, kalau itu orangnya yang mengorganisir itu dapat ditangkap, ya diadili gitu loh. Nggak ada masalah. Sebab mereka minta saya bantu. Saya bilang bantu, kalian punya hak untuk dibela. Nggak masalah itu. Karena ini negeri demokrasi kok. Kalau anda salah harus bertanggungjawab.

Tanya : Untuk mewujudkan Provinsi Tapanuli ini, kira-kira apa yang sudah anda lakukan, misalnya lobi-lobi mungkin dengan orang-orang. Karena berat rasanya ini terwujud pak?

Luhut : Nggak juga sih, saya nggak punya. Hanya karena mereka minta tolong. Saya kan katanya sudah termasuk senior, saya tanya teman-teman, ya saya bilang bantulah itu. Ada yang bilang mungkin karena begini-begini, saya bilang tidak. Itu murni, mereka pingin lihat bahwa ada kesejahteraan lebih bagus di sana. Saya kan nggak partai politik, buat kepentingan apa saya bikin rame-rame di situ. Jadi saya pikir, jangan ngawur lah, artinya jernih melihat itu. Negeri ini jadi rusak kalau kita ngawur berpikirnya. Tetapi kalau berpikir jernih, dilihat saya kira nggak masalah. Saya ingin satu saya tambahkan. Sekarang kan sudah banyak yang ditahan itu, diperiksa itu, jadi dimulai yang bagus, jadi jangan menimbulkan keresahan baru. Karena kalau ada keresahan baru lagi, bukan menyelesaikan masalah, tetapi ada konflik berkepanjangan, kan ndak bagus itu! Saya nggak setuju itu!

Tanya : Inikan belum terwujud sampai sekarang, dan kalau misalnya sekarang pemerintah pusat tidak mengabulkan pembentukan Provinsi Tapanuli, apa yang anda lakukan, sebagai anda putra Tapanuli ?

Luhut : Mereka kan punya hak demokrasinya, kalau tetap mengajukan, ya kita lihatlah, ya waktulah nanti yang menentukan itu. Masak dia berontak. Berontak kan nggak benar!

Tanya : Tapi harus dilihat dengan lapang dada ya pak?

Luhut : Ya semua harus berlapang dada begitu. Tapi harus juga diperhatikan. Kalau ada permintaan begitu, kok tempat lain bisa. Kok kami nggak bisa. Itukan sudah diskriminatif kan? Jadi harus dihindari juga. Jadi kalau hemat saya, harus ada dialog yang terbuka, lakukan saja yang benar. Kalau memang itu pantas jadi provinsi, dihormati juga gitu. Jangan ada pikiran yang macam-macam, itu yang saya tidak setuju. Jadi dilihatlah yang benar.

Luhut : Saya ada satu lagi, saya mengucapkan duka cita yang sangat mendalam terhadap Pak Aziz, khususnya kepada keluarga. Saya sangat tersentuh karena saya ketemu beliau beberapa waktu sebelum dia meninggal. Saya betul-betul sangat menyayangkan sampai kejadian ini terjadi. Tetapi proses-proses yang lain itu jangan saya kira dikacaubalaukan dengan meninggalnya beliau. Meninggalnya beliau ini merupakan tragedi yang harus kita ingat dalam demokratisasi negeri ini. Itu saja dari saya.

About these ads
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • hombing  On Selasa, 17 Mei, 2011 at 7:00 PM

    haleluya….

  • Nasruddin  On Senin, 28 Juni, 2010 at 12:45 PM

    Pak Jenderal sy sangat mendukung seperti pesan yang saya tangkap dari wawancara anda, hukum tetap dilaksanakan bagi yang anarkis namun protap tetap jalan terus (protap never die) , tapanulia adalah ex kresidenan yg memang pantas menjadi propinsi. wilayah lain saja di Indonesia timur padahal bukan ex kresidenan dan membiayai diri sendiri saja senen kemis tetepi tetap jadi propinsi yaa itulah demokrasi. mari masyarakat tapanuli diseluruh dunia bersatu kita sampai kapanpun kita perjuangkan protap, bukan masalah jabatan, jabatan itu amanah tetapi mari kite bangun kampung kite, jangan oprasi Maduma terus menjadi peta termiskin di Indonesia padahal anak-anak bangso ini sudah sukses disegala bidang di Perantauan , HORASS..

  • arel bonar sianga  On Jumat, 20 November, 2009 at 8:47 PM

    protap memang tak pantas untuk di mekarkan,, sebab tidak memenuhi kriteria pemekaran daerah,,
    karena protap bukan lah aspirasi rakyat tapanuli,, ini hanya nafsu jabatan segelintir elit poltik saja,, dan perlu anda camkan apabila pemekaran daerah hanya keinginan kedudukan saja, sampai kapan pun daerah itu tak akan berubah seperti yg di harapkan masyarakat tapanuli..

    horas,,

  • harie  On Selasa, 7 April, 2009 at 5:23 PM

    numpang cuman kasih saran euy……….

    PEMIMPIN (mulai dari presiden – lurah ) lembaga/non lembaga…….kudu SEHAT JASMANI dan ROHANI (harga mati!!!!)

    emang enak jadi pimpinan kalo nggak Fith?????

    jadi pemimpin (pemimpin apapun itu) harus siap menanggung resiko apapun….termasuk dipenjara atau mati.

    maaf pak Aziz (alm)…sy dengar punya riwayat jantung…kok ngotot jadi ketua DPRD???

    maaf pak jendral luhut panjaitan….para koordinator pendemo dilapangan (yg berakhir maut) memang HARUS dapat hukuman.

    maaf para anggota DPRD-SU… kalo sudah duduk dikursi “empuk” jangan keenakan doong…kudu tetap waspada (emang enak jadi wakil rakyat??? kecuali emang lo pada goblok….) pake otak…orang sakit kok dipilih jadi ketua…emang lo pade udah sakit-sakitan semua gitu????

    maaf pak polisi…anda sudah gagal sebagai pengayom dan pencipta keamanan…semua jadi RUSAK

    maafkan sy jadi kasar begini….semua ini akibat ulah-ulah anda yang menjadi tontonan masyarakat. sy adalah efek dr ulah-ulah anda (gue jadi kasar begini)

    tapi sy mau katakan….pengorbanan anda-anda semua,…belum seberapa jika dibandingkan pengorbanan para pejuang kemerdekaan di negeri ini (NKRI harga mati!!!!! kalo emang RI ini tdk anda inginkan BUBARRRRRRRRRR saja lah.)

    terimakasih
    rakyat saja (harie)

  • Pontas  On Jumat, 20 Februari, 2009 at 2:19 PM

    Horas Tulang,
    Semoga selalu sehat,panjang umur dan diberkati Tuhan.
    Saya sebagai Putra Tapanuli sangat…sangat setuju dalam Pembentukan Protap. Agar…(perlu digaris bawahi)….agar : Tapanuli Maju, Rakyat Sejahtera, Indonesia juga Sejahtera.
    Saya sangat….sangat tidak setuju…Demo Anarkis, karena dibenci oleh Tuhan dan oleh Manusia.
    Hukumlah yang bersalah…karena Negara ini Negara Hukum, tapi..
    Bentuklah dan dukunglah PROTAP A.S.A.P.(Dengarlah Bapak2 di PUSAT dan di SUMUT )( JANGAN….DIPOLITISIR…..)( JANGAN DI SARA KAN !!! ).
    Kepada keluarga Pak Azis….saya turut bersimpati dan berdukacita yang sedalam2nya, smoga bapak diberikan tempat yang layak, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, rezeki, dan kelimpahan. AMIN

    Pontas.

  • arifin  On Senin, 16 Februari, 2009 at 11:43 AM

    Horas pak jenderal Luhut Panjaitan…. saya bangga kepada bapak atas wawancara di tv one .. kalau ada 10 orang 5 orang lagi putra batak seperti bapak yang ikut memperjuangkan tanah leluhurnya maka masyarakat tapanuli akan makmur dan aman sentosa.
    terima kasih pak jenderal teruskan perjuanganmu untuk membela tanah leluhur kita.. semoga TUHAN memberi panjang umur dan bertambah rejeki.

    H O R A S.

    • Anakngi Toba  On Selasa, 3 Januari, 2012 at 8:06 AM

      Protap tetap diperjuangkan. Salah besar kl ada yg bilang orang batak kekurangan SDM. Panglima ABRI kedua adalah orang batak Jend. Maraden Panggabean. Jd seharusnya kl memang sepakat untuk pembentukan PROTAP para elit orang batak komt dulu. Cuman orang kita batak masih sedikit yg memperhatikan “Kampung Halaman”. Pak jenderal L.B. Panjaitan, gerakkanlah para elit batak untuk membangun secara bersama sama ” Kampung Halaman ” tercinta.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: