Polisi Tetapkan Pembunuh Bidan Desa [di Tapteng]

Si Pembunuh Tergiur Rumah Mewah

TAPTENG-METRO, 04 April 2009; Pihak kepolisian akhirnya menetapkan Andri Syahputra (21) warga Desa Pasar Sorkam, Kecamatan Sorkam Tapanuli Tengah sebagai pelaku tunggal pembunuh bidan desa, Dewi Syahputri (25) yang juga merupakan menantu H Syariful Panggabean, pengusaha asal Kota Sibolga. Andri mengaku membunuh karena tergiur harta kekayaan korban. Sebelumnya, Andri Syahputra, yang sebelumnya diinisialkan P (Putra), sudah lebih dulu ditangkap Kepolisian Polres Tapanuli Tengah 12 jam pascatewasnya bidan desa berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang bertugas di Desa Sigiring–giring Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah itu. Andri ditangkap di salahsatu warung di Kecamatan Sorkam Barat saat mabuk-mabukan, menghabiskan uang hasil menjual perhiasan korban. Uang itu sendiri sempat dibagi-bagikan kepada rekan-rekannya. Pengakuan pelaku kepada polisi, sebelum melakukan aksinya, tersangka sudah lebih dahulu mengamati rumah korban pada Selasa sore (31/3), saat berangkat dari Pasar Sorkam dan singgah di Sibolga, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Pandan. Tersangka menjadikan rumah korban sebagai sasaran karena tergiur kemewahan rumah korban. Tersangka yakin bahwa pemiliknya adalah orang kaya yang menyimpan barang-barang berharga. Malam sebelum menjalankan aksinya, tersangka tidur di salahsatu masjid di Kelurahan Sibuluan Indah. Selalanjutnya, Rabu dinihari (1/4) sekitar pukul 04.00 WIB, tersangka bangun dan mendatangi rumah besar milik pengusaha itu. Setibanya di rumah korban, tersangka berkeliling dengan maksud mencari jalan agar bisa melewati tembok rumah korban yang terbilang tinggi. Dan ketika melihat pohon pinang yang tumbuh di sekeliling rumah korban, langsung saja tersangka memanjat pohon pinang dan masuk ke pekarangan rumah, lalu melangkah menuju dapur. Tapi sebelum tiba di ruangan dapur, tersangka menemukan parang lalu mengambilnya dan bersembunyi di samping rumah korban. Tersangka sendiri sempat tertidur di samping rumah dekat jendela hingga sekitar pukul 07.30 WIB. Selanjutnya tersangka bangun dan mengintip ke dalam rumah melalui pintu dekat garasi. Ketika itulah tersangka mendengar mesin mobil menyala. Tidak lama kemudian mobil berjalan. Rupanya kesempatan itu dimanfaatkan tersangka masuk ke dalam dapur sambil memegang parang tanpa pakai pakaian karena ditinggalkan tersangka di samping rumah korban. Tersangka lalu masuk ke salahsatu kamar. Tapi tersangka melihat korban datang ke arahnya dengan menjinjing 2 buah termos. Ketika itulah korban memergoki tersangka. Seketika itu pula korban menjerit minta tolong. Namun, tersangka langsung memiting leher korban, tapi korban berusaha melawan dengan meronta-ronta sehingga mengakibatkan keduanya jatuh ke tempat tidur. Begitupun korban masih berusaha melawan. Tapi tersangka semakin beringas dan lalu memiting korban sekuat tenaga. Tak cukup, tersangka meraih bantal dan membekap wajah korban. Saat membekap wajah korban, tersangka berupaya mengambil cincin korban. Namun dengan sisa-sisa tenaga, korban masih melawan. Saat itu pulalah emosi tersangka memuncak lalu mengambil parang yang sempat jatuh dan memukulkan gagang parang ke wajah korban. Kontan wajah korban mengeluarkan darah segar. Pukulan gagang parang itu akhirnya menghentikan perlawanan korban. Selanjutnya tersangka melucuti perhiasan yang ada di tubuh korban seperti kalung, anting-anting, dan 3 buah cincin. Tersangka juga menyikat dua unit handphone di ruang tamu dan sepasang sepatu kulit. Tapi tersangka langsung kabur dengan memanjat pohon pinang di belakang rumah setelah mendengar deru suara mobil yang ternyata adalah suami korban. Tersangka sendiri berhasil kabur dan tiba di jalan raya lalu berangkat naik mobil ke Sibolga dan menjual sebagian perhiasan hasil curiannya serta satu unit HP. Usai menjual hasil kejahatannya, tersangka kembali ke Sorkam dan singgah di salahsatu warung minuman keras. Di situ tersangka mabuk-mabukan dan membagi-bagikan uang kepada teman-temannya yang berada di warung. Tapi rupanya warga curiga dan melaporkan tersangka ke polisi. Pasalnya, tersangka diketahui tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran. Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Drs Reynhard SP Silitonga SH didampingi Kasat Reskrim AKP JO Pasaribu kepada METRO di ruang kerjanya, Jumat (3/4) mengatakan, setelah Andri Syahputra ditangkap Rabu malam (1/4) kemarin, baru 24 jam kemudian pihaknya menetapkan Andri Syahputra sebagai tersangka tunggal. “Penangkapan tersangka berdasarkan hasil penyelidikan dari tempat kejadian perkara (TKP) dan dilakukan pengembangan yang akhirnya ditemukan tersangka dengan sejumlah barang bukti berupa handphone dan emas milik korban,” katanya. Kapolres Tapteng menegaskan bahwa pembunuhan yang dilakukan tersangka murni merupakan perampokan yang tergiur melihat rumah mertua korban yang besar dan mewah, serta menyakini menyimpan harta benda. Tersangka selanjutnya dikenakan pasal 365 KUHPidana tentang perampokan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara subsider pasal 338 dengan ancaman maksimal seumur hidup. “Penangkapan tersangka juga tidak terlepas informasi dari masyarakat. Mudah-mudahan kerja sama ini dapat terus terjalin,” ucapnya. Amatan METRO, saat olah TKP digelar, tampak mertua perempuan korban dan suaminya mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah berhasil mengungkap pembunuhan tersebut.

 

About these ads
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: