-
Halaman
-
Cari Berita Tentang…..
-
Almanak
Mei 2012 S S R K J S M « Des 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 -
Kategori
- Aneka Ragam (83)
- Bisnis, Eko&Keuangan (48)
- Kamtibmas (4)
- Kehutanan (6)
- Kesehatan (12)
- Kesejahteraan Umum (27)
- Otonomi Daerah (117)
- SUMUT [Kabupaten] (24)
- SUMUT [Provinsi] (86)
- Pariwisata (6)
- Pemerintahan (69)
- Pemilukada Sibolga (7)
- Pemilukada Tapteng (33)
- Pendidikan (26)
- Pertanahan (45)
- Pertanian/Perkebunan (1)
- PiLeg 2009 (33)
- Politik dan Ideologi (107)
- Sosial dan Budaya (20)
- Tragedi Pemekaran (219)
- Transportasi (44)
-
Arsip
- Desember 2010 (2)
- November 2010 (10)
- Oktober 2010 (8)
- September 2010 (18)
- Agustus 2010 (8)
- Juli 2010 (14)
- Juni 2010 (10)
- Mei 2010 (22)
- April 2010 (27)
- Maret 2010 (27)
- Februari 2010 (20)
- Januari 2010 (11)
- Desember 2009 (3)
- November 2009 (1)
- Juli 2009 (1)
- Juni 2009 (1)
- April 2009 (50)
- Maret 2009 (189)
- Februari 2009 (248)
- Januari 2009 (64)
- Desember 2008 (53)
- November 2008 (44)
- Oktober 2008 (12)
- September 2008 (19)
- Agustus 2008 (8)
- Juli 2008 (6)
- Juni 2008 (1)
- Mei 2008 (1)
- April 2008 (4)
- Maret 2008 (1)
- Februari 2008 (2)
- Januari 2008 (3)
- Desember 2007 (1)
- November 2007 (3)
- Oktober 2007 (2)
- September 2007 (1)
- Agustus 2007 (1)
- Juli 2007 (1)
- Mei 2007 (1)
- April 2007 (1)
- Mei 2006 (1)
- Oktober 2005 (1)
- April 2005 (2)
- April 2004 (1)
- Oktober 2002 (1)
- Oktober 2000 (2)
-
Pengunjung MSN
- 65,253 Pengunjung
-
Meta
-
Blogroll
-
Top Rated
-
Komentar Terakhir
Gresa pranata simarm… on Pantai Kahona, Obyek Wisata An… andreas undan on Tunjangan Khusus Bagi Pahlawan… leonardus Marbun Ban… on Pantai Kahona, Obyek Wisata An… jhony on Marniati br Sihotang Kades Mua… baringin on ANGKET Status Quo jerry on Pantai Kahona, Obyek Wisata An… Jefri Panjaitan on Perbaiki Jalan ke Pantai Kahon… anwar on Sibolga Miliki 23 Hotel dan 4… Jefri Panjaitan on Kalau Tapteng Dimekarkan, di M… Ali amin Tanjung on SPDN Sitiris-tiris Berope… Armansyah banurea on PT Dairi Prima Mineral Sudah I… Armansyah banurea on PT Dairi Prima Mineral Sudah I… vie syahputra on Sibolga Miliki 23 Hotel dan 4… vie syahputra on Sibolga Miliki 23 Hotel dan 4… Ludin Sitorus on PT Dairi Prima Mineral Sudah I… -
Top Posts
- Sibolga Miliki 23 Hotel dan 4 Losmen
- Tunjangan Khusus Bagi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
- WINGS AIR Buka Rute Penerbangan Pinangsori-Medan
- Gubsu Letakkan Batu Pertama Pembangunan Politeknik Negeri Tanjungbalai
- Jalur Pemasaran Karet [Sumut] Dipangkas
- Banjir Kolang 5 Tahun Sekali
- DPRDSU: Penerimaan CPNS di Pemkab Tapteng Terindikasi Curang, BKN Jangan Buru-buru Keluarkan SK
- Kalau Tapteng Dimekarkan, di Mana Posisi Kecamatan Manduamas?
- Pantai Kahona, Obyek Wisata Andalan Tapteng
- PENGUMUMAN CPNS TAPANULI TENGAH TAHUN 2010
Komentar
unang pola di gabung gabung.
sewajarnya harus bergabunglah biar wilayah kabupatennya lebih luas. Maaf ada iklan sedikit. Pak,bu saya au jual rumah.letaknya di barus dekat stkip barus tepatnya belakang mesjid alhuda pasar baru. Harga 200 jt bisa nego. Luas tanah 600m2.bangunan 10 x 14.kmr tidur 3. Lengkap ruang kluarga dan ruang tamu. Kmr mandi 2. Hub. Henni 081396699060. Cocok buat investasi apalagi jadi kabupaten.dijual karna mau pindah kesidimpuan.makasih admin.
Semua usulan atau wacana itu bagus…kalau pemikiran sy jgnlah kita buang2 energi berdebat letak pusat pemerintahan(PEMKAB)..Gunakanlah energi itu untuk memperjuangkan cita2 itu ke Pemerintah Propinsi dan Pusat agar bisa dipertimbangkan dan mudah2an dapat terealisasi segera.Dan yang tidak kalah penting dan sgt urgent saat ini pembangunan dan perbaikan jalan agar hasil bumi masyarakat dapat terjual keluar daerah..Saya jg asli putra daerah Uratan kec andam dewi..dan skg tinggal di Jatim….mauliate
yang terpenting peekaran terwujud dulu, baru kita bicarakan secara baik dgn konsep yang mndukung perkembangan ekonomi masyarakat
horas… biar jadi kambing di kampung sandiri….. asal jadi banteng di perantauan,.. . tapi jangan lupa sama kampung halaman agar bisa mengembeeek
Horas!
Saya setuju Tapteng dimekarkan jadi dua kabupaten, dan semua ex kec.Barus harus dapat menjadi satu kabupaten baru, dan soal nama kabupaten tidak harus Barus raya atau Tapanuli barat itu tergantung kesepakatan bersama dari semua kecamatan ex kec.Barus.
Tapi Sangat perlu kita kembali melihat kebelakang tentang sejarah yang ada di Barus yang sudah mendunia, bisa jadi dari sejarah itu dibuat jadi satu nama Kabupaten yang akan datang.
Kemudian tentang letak ibu kota kabupaten, lihatlah dari geografisnya dari Sorkam Sampai ke Manduamas keperbatasan Aceh. Bagaimana supaya masyarakat Yang ada di perbatasan Singkil(Aceh) dan dari Sorkam tidak merasah terlalu jauh ke Ibu Kota kabupaten. Karena selama ini Masyarakat yang ada diManduamas, Sordang, Andan dewi terlalu jauh Ke kota Kabupaten di Pandan.
Tapi harapan saya anak Perantau yang jauh dari kampung halaman… kalau memang ada rencana seperti itu kami sangat mendukung tetapi kami mengharap Tidak ada kepentingan politik, atau kelompok, golongan maupun kepentingan pribadi.
Tetapi Betul2 kepentingan bersama dalam pemerataan pembangunan daerah sendiri.
Thanks
Menurut saya pemekaran Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi dua kabupaten sudah layak sekarang ini. Apapun namanya tidak masalah apakah Barus Raya atau Tapanuli Barat. Karena kita lihat ibu kota Kabupaten Tapteng Pandan sangat jauh dari Manduamas atau Barus,jadi jika kita ingin mengurus sesuatu ke kota Kabupaten sangat jauh. Adapun ibukota yang layak adalah Barus, karena terletak ditengah-tengah antara Manduamas dan Sorkam dan faktor sejarah, karena Barus zaman dulu pernah menjadi bandar sibuk tempat perdagangan kapur barus dan kemenyan dari daerah sekitar. dan menurut sejarahnya wilayah Barus Raya itu sampai ke Aceh Singkil dan dan Humbahas. Dan jangan ada anggapan Superior orang-orang Barus terhadap orang luar Barus, karena kita semua satu. Lagi pula sebagian besar orang-orang Barus adalah orang Batak juga (Toba, Mandailing, Pakpak) walaupun tak berbudaya Batak lagi karena pembauran berbagai suku. Saya adalah termasuk putra Barus sangat mendukung pemekaran Kabupaten Barus Raya / Tapanuli Barat.
imma tutu…….
horas jala gabe
alasan utama dari berbagai daerah atau wilayah yang menuntut pemekaran adalah alasan percepatan pembangunan. jika pembangunan ingin dipercepat dalam kab.tapteng, khususnya ke arah barus, tidak selamanya harus menuntut pemekaran.
ujung-ujungnya apa? menonjolkan kedaerahan masing2. terbukti, belum apa-apa, kog ibukota kabupatennya sudah diusulkan di Barus???????????
solidaritas sesama warga barus belum ada. terbukti masalah SMA Negeri Barus yang ingin dipindahkan, dimanakah peran serta perantau? lihat dong siapa saja yang sudah memberi sumbangan? hampir ga’ ada dari perantau. Nikmati sajalah dulu apa yang ada sekarang ini Bro!!!!!
Untuk menggabung beberapa daerah yang memiliki karakter masyarakat yang berbeda, memang memerlukan negosiasi yang ekstra.. Manduamas dan Barus adalah dua daerah yang sangat berbeda. banyak hal yang menjadi perbedaan itu.. saya pikir, mereka yang sudah mencetuskan ide pembentukan Kabupaten yang akan membawahi kedua wilayah ini, harus dapat mendudukan bersama para tokoh mayarakatnya.. saya lama tinggal di daerah bajamas. daerah yang berada diantara kedua Kecamatan tersebut. Daerah ini merupakan daerah yang penduduknya lebih banyak para pendatang.. Dan itu pun menambah satu perbedaan lagi…
Menurut saya alangkah baiknya jika bergabung,tdk usah di permasalahkan nama kabupatennya,toh sama sama punya koq,kita tidak perlu argumen ini yang lebih pan tas atau setrusnya,harapanya adalah jadi di mekarkan sudah banggga,masalah suku jangan di pertentangkan pakpak atau yang lainnya,toh kita kan punya Visi dan Misi intuk kemajuan halak kita Khususnya ,indonesia umumnya.
Maju dan Wujudkan impian ini jadi kenyataan,
Horas,Njua njuah.
salam
Freddy Lingga
alamat; Jalan Pembangunan II no 25 RT 5
Kec Linggang Bigung,Kab Kutai Barat.KALTIM
Pak Lingga,
Terima kasih karena sudah singgah.
Mudah-mudahan benar bahwa kita sama-sama memiliki…..(dalam bahasa Toba: atik boha holan hita do na mandok songon i?)
By the way, saya lihat Bapak berdomisli di Kaltim. saya sering ke sana tapi hanya sampai di Samarinda karena di sana ada kantor cabang perusahaan tempat saya mencari nafkah, perusahaan surveyor batubara.
Horas..mejuah-juah…
Menurut hemat saya, Manduamas perlu menyatakan sikap untuk bergabung dengan Barusraya membentuk Kabupaten. Namun demikian yang perlu dicari titik temunya adalah masalah nama yang akan dimunculkan. Supaya tidak tarik menarik, alangkah baiknya bila namanya diganti menjadi Kabupaten Tapanuli Barat.
Pak Patarsono, terimakasih telah mampir.
molo menurut au lebih bagus begabung dengan barus, asa perjuangan untuk membentuk kabupaten lebih cepat terpenuhi, molo untuk Manduamas mungkin bisa dipikirkan untuk jadi kabupaten 10 tahun kedepan. tadukung ma jolo induk ta najolo asa dohot nasida haduan untuk mandukung anak na molo naeng manjae muse.
Mauliate
Respon Untuk : Tulang Poltak Marbun, SH
Memang itu betul Tulang, tetapi Kec. Manduamas tidak memiliki ikatan emosional dengan Kecamatan Barus dalam hal pemekaran.
Menurut saya kalaupun dibuat semacam Polling kemungkinan besar orang-orang Manduamas pasti akan sependapat dengan kami.
Ada sesuatu yang kita tidak dapat lupakan sampai sekarang dengan Barus.
Ketika Manduamas masih dibawah Kec. Barus, Barus menganggap Manduamas itu paling sederhananya adalah PH3H(ParHuta-Huta Hian) dan itu sudah kita rasakan sejak dulu.
Bedanya adalah Kec. Manduamas dengan Kec. Sirandorung (Pemekaran dari Kec. Manduamas) tidak menganggap seperti itu. Satu lagi Manduamas dengan Saragih bahkan Laembalno (NAD) tidak menganggap seperti itu.
Contoh Case 2006 : (Pengakuan Seorang Teman).
Di Barus sudah ada POM bensin, ada teman saya agen kecil-kecilan di Manduamas, ketika begitu susahnya mendapatkan bensin, dia sudah antri, sudah ada Surat Agen, kenyataan apa? Mengecewakan. Dia tidak dilayani hanya karena dia dari Manduamas.
Jadi kepada semua pembaca sikap-sikap seperti inilah yang perlu kita perbaiki untuk kemaujuan ke depan.
Mauliate-Terima kasih.
Horas Tulang !
masalah seperti ini memang harus kita lihat secara berlapang dada. butuh kajian yang lebih mendalam lagi jika ingin memekarkan diri dari Kab.Tapteng.
ingat kasus pemekaran protap? gagal do kan? ai nungnga sude “masisolothon” kepentingan masing-masing.
isu-isue sperti ini, untuk beberapa tahun ke depan cukuplah dulu hanya sekedar “wacana”. napenting tadok tu angka dongan sahutanta: “taula ma ulaonta, tanom godang angka sipanganoni, asa adong allangon. pasingkolahon gellengmu, mungkin suatu saat merekalah yang dapat merintis jalan ke arah itu”.
mungkin pendapat ini terlalu pesimis, No..no…….no.
JANGAN TERLALU BANYAK HITA IKUT POLITIK PRAKTIS ATE. BOHA? TOHO DO NAHUDOK I?
lalap ma angka Ama-ama annon holan namangkatai pengusulan pemekaran/fusi on ate. Ina-ina pe, sambil mamanen sawit, holan on nama dihatai.
JIKA INGIN PERCEPATAN PEMBANGUNAN ro tu hutanta be, tadok ma antong tu angka ANGGOTA DPRD asa adong dibaen anggaran pembangunan tu angka hutanta. Horas! (molo halak nias mandok: “hora!” he..he…he xi…xi…”
seharusnya bergabung, karena kalau tidak bergabung akan tidak terbentuk kabupaten barus raya, sebab tidak akan terpenuhi persyaratan untuk sebuah kabupaten, dan dari sejarahnya pun manduamas dan sekitarnya adalah bagian dari kecamatan barus, termasuk singkil, pakkat dan parlilitan dan kecamatan sorkam adalah dulunya wilayah barus raya, dan karakter maupun budayanya adalah sama, jika manduamas menarik diri maka kabupaten barus raya akan tinggal harapan dan manduamas pun tidak akan bisa menjadi kabupaten karena terbentur masalah jumlah kecamatan (minimal 5 kecamatan) dan jumlah penduduk.
Dari : Poltak Marbun, SH seorang Putra Barus berprofesi sebagai Advokat di Jakarta.
Tentang statistik !
1. Patarsono Tinambunan, SP, merupakan perpanjangan tangan BPS di Mandumas mungkin bisa kita minta dari beliau.
2. Nah ini ! salah satu studi kelayakan yang saya maksud.
Sangat bagus kalau Pak Patarsono dapat membantu kita dalam hal data-data statistik.
HORAS…………..
LP. Simamora
DKI Jakarta
Agak sulit bagi saya menjawab angket pemekaran diatas saat ini , kecuali saya mengetahui berbagai informasi dan potensi ekonomi kecamatan manduamas sendiri berikut informasi sampai ke desa-desa seperti desa-desa PO. Mandumas, Manduamas Lama, Lae Monong, Tumba Jae, Tumba Julu, Binjohara, Pagaran Nauli, Sarma Nauli, Saragih dibandingkan dengan kecamatan lain sekitarnya seperti Sosorgadong, Barus, Barus Utara, Andam Dewi, dsn Sirandorung.
Misalnya,sedikitnya 80% adalah orang Pakpak (baik Pakpak Kelasen maupun Pakpak Boang, juga ada Pakpak Simsim). Berapa prosen diantaranya bertani, berkebun , memelihara hewan ternak, ikan . Desa agraris seperti apa , perkiraan produktifitasnya dibandingkan dengan unit agraris disekitarnya dst…dst.
Saya masih harus belajar banyak, membaca banyak , bertanya banyak mengenai manduamas
Salam
Zul azmi sibuea
Wah….saya tidak menyangka concern Bapak sampai sedetail itu.
Saya sendiri tidak memiliki data statistik atas variabel-variabel yang Bapak maksud. Mungkin Pak KTHP atau Dek FCH dapat membantu, apalagi Dek FCH adalah anak dari Lurah PO. Manduamas.
Ok..silih Selamat Berjuang di sana. Njuah2…!!
Manduamas Banyak Orang Pakpak Ga Bang?? Kalau Bisa Bikin Kabupaten Manduamas aja,,,,
Silih Berutu,
Di Manduamas itu, sedikitnya 80% adalah orang Pakpak (baik Pakpak Kelasen maupun Pakpak Boang, juga ada Pakpak Simsim).
Kalau soal Kabupaten Manduamas, itu masih terlalu jauh karena untuk membentuk satu kabupaten itu harus dipikirkan dengan sangat matang. Kalau pun memang masyarakat Manduamas menginginkannya, palingan bisa terealisasi +/- 10 tahun yang akan datang karena segala sesuatu harus dipersiapkan dengan matang (lihat tulisan di blog ini yang mengulas tentang Manduamas).