ANGKET Status Quo

Komentar

  • baringin  On Jumat, 2 Maret, 2012 at 9:53 AM

    unang pola di gabung gabung.

  • henni  On Sabtu, 26 November, 2011 at 7:46 AM

    sewajarnya harus bergabunglah biar wilayah kabupatennya lebih luas. Maaf ada iklan sedikit. Pak,bu saya au jual rumah.letaknya di barus dekat stkip barus tepatnya belakang mesjid alhuda pasar baru. Harga 200 jt bisa nego. Luas tanah 600m2.bangunan 10 x 14.kmr tidur 3. Lengkap ruang kluarga dan ruang tamu. Kmr mandi 2. Hub. Henni 081396699060. Cocok buat investasi apalagi jadi kabupaten.dijual karna mau pindah kesidimpuan.makasih admin.

  • Jefri panjaitan  On Sabtu, 15 Oktober, 2011 at 1:42 PM

    Semua usulan atau wacana itu bagus…kalau pemikiran sy jgnlah kita buang2 energi berdebat letak pusat pemerintahan(PEMKAB)..Gunakanlah energi itu untuk memperjuangkan cita2 itu ke Pemerintah Propinsi dan Pusat agar bisa dipertimbangkan dan mudah2an dapat terealisasi segera.Dan yang tidak kalah penting dan sgt urgent saat ini pembangunan dan perbaikan jalan agar hasil bumi masyarakat dapat terjual keluar daerah..Saya jg asli putra daerah Uratan kec andam dewi..dan skg tinggal di Jatim….mauliate

  • Ir. Awaluddin Rao  On Sabtu, 14 Mei, 2011 at 3:00 PM

    yang terpenting peekaran terwujud dulu, baru kita bicarakan secara baik dgn konsep yang mndukung perkembangan ekonomi masyarakat

  • Ir. Awaluddin Rao  On Minggu, 10 April, 2011 at 3:09 AM

    horas… biar jadi kambing di kampung sandiri….. asal jadi banteng di perantauan,.. . tapi jangan lupa sama kampung halaman agar bisa mengembeeek

  • Rosinthon Sihotang  On Senin, 30 Agustus, 2010 at 5:57 PM

    Horas!
    Saya setuju Tapteng dimekarkan jadi dua kabupaten, dan semua ex kec.Barus harus dapat menjadi satu kabupaten baru, dan soal nama kabupaten tidak harus Barus raya atau Tapanuli barat itu tergantung kesepakatan bersama dari semua kecamatan ex kec.Barus.

    Tapi Sangat perlu kita kembali melihat kebelakang tentang sejarah yang ada di Barus yang sudah mendunia, bisa jadi dari sejarah itu dibuat jadi satu nama Kabupaten yang akan datang.

    Kemudian tentang letak ibu kota kabupaten, lihatlah dari geografisnya dari Sorkam Sampai ke Manduamas keperbatasan Aceh. Bagaimana supaya masyarakat Yang ada di perbatasan Singkil(Aceh) dan dari Sorkam tidak merasah terlalu jauh ke Ibu Kota kabupaten. Karena selama ini Masyarakat yang ada diManduamas, Sordang, Andan dewi terlalu jauh Ke kota Kabupaten di Pandan.

    Tapi harapan saya anak Perantau yang jauh dari kampung halaman… kalau memang ada rencana seperti itu kami sangat mendukung tetapi kami mengharap Tidak ada kepentingan politik, atau kelompok, golongan maupun kepentingan pribadi.
    Tetapi Betul2 kepentingan bersama dalam pemerataan pembangunan daerah sendiri.

    Thanks

  • Imaluddin Sinaga  On Jumat, 9 April, 2010 at 11:24 AM

    Menurut saya pemekaran Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi dua kabupaten sudah layak sekarang ini. Apapun namanya tidak masalah apakah Barus Raya atau Tapanuli Barat. Karena kita lihat ibu kota Kabupaten Tapteng Pandan sangat jauh dari Manduamas atau Barus,jadi jika kita ingin mengurus sesuatu ke kota Kabupaten sangat jauh. Adapun ibukota yang layak adalah Barus, karena terletak ditengah-tengah antara Manduamas dan Sorkam dan faktor sejarah, karena Barus zaman dulu pernah menjadi bandar sibuk tempat perdagangan kapur barus dan kemenyan dari daerah sekitar. dan menurut sejarahnya wilayah Barus Raya itu sampai ke Aceh Singkil dan dan Humbahas. Dan jangan ada anggapan Superior orang-orang Barus terhadap orang luar Barus, karena kita semua satu. Lagi pula sebagian besar orang-orang Barus adalah orang Batak juga (Toba, Mandailing, Pakpak) walaupun tak berbudaya Batak lagi karena pembauran berbagai suku. Saya adalah termasuk putra Barus sangat mendukung pemekaran Kabupaten Barus Raya / Tapanuli Barat.

    • MANDUAMAS  On Jumat, 9 April, 2010 at 1:17 PM

      imma tutu…….
      horas jala gabe

      • luhut simamora, Mds  On Sabtu, 19 Juni, 2010 at 9:45 AM

        alasan utama dari berbagai daerah atau wilayah yang menuntut pemekaran adalah alasan percepatan pembangunan. jika pembangunan ingin dipercepat dalam kab.tapteng, khususnya ke arah barus, tidak selamanya harus menuntut pemekaran.
        ujung-ujungnya apa? menonjolkan kedaerahan masing2. terbukti, belum apa-apa, kog ibukota kabupatennya sudah diusulkan di Barus???????????
        solidaritas sesama warga barus belum ada. terbukti masalah SMA Negeri Barus yang ingin dipindahkan, dimanakah peran serta perantau? lihat dong siapa saja yang sudah memberi sumbangan? hampir ga’ ada dari perantau. Nikmati sajalah dulu apa yang ada sekarang ini Bro!!!!!

  • esprat  On Senin, 4 Januari, 2010 at 12:22 AM

    Untuk menggabung beberapa daerah yang memiliki karakter masyarakat yang berbeda, memang memerlukan negosiasi yang ekstra.. Manduamas dan Barus adalah dua daerah yang sangat berbeda. banyak hal yang menjadi perbedaan itu.. saya pikir, mereka yang sudah mencetuskan ide pembentukan Kabupaten yang akan membawahi kedua wilayah ini, harus dapat mendudukan bersama para tokoh mayarakatnya.. saya lama tinggal di daerah bajamas. daerah yang berada diantara kedua Kecamatan tersebut. Daerah ini merupakan daerah yang penduduknya lebih banyak para pendatang.. Dan itu pun menambah satu perbedaan lagi…

  • Freddy Lingga  On Jumat, 13 November, 2009 at 9:40 AM

    Menurut saya alangkah baiknya jika bergabung,tdk usah di permasalahkan nama kabupatennya,toh sama sama punya koq,kita tidak perlu argumen ini yang lebih pan tas atau setrusnya,harapanya adalah jadi di mekarkan sudah banggga,masalah suku jangan di pertentangkan pakpak atau yang lainnya,toh kita kan punya Visi dan Misi intuk kemajuan halak kita Khususnya ,indonesia umumnya.
    Maju dan Wujudkan impian ini jadi kenyataan,
    Horas,Njua njuah.
    salam
    Freddy Lingga
    alamat; Jalan Pembangunan II no 25 RT 5
    Kec Linggang Bigung,Kab Kutai Barat.KALTIM

    • MANDUAMAS  On Rabu, 18 November, 2009 at 8:24 AM

      Pak Lingga,

      Terima kasih karena sudah singgah.

      Mudah-mudahan benar bahwa kita sama-sama memiliki…..(dalam bahasa Toba: atik boha holan hita do na mandok songon i?)

      By the way, saya lihat Bapak berdomisli di Kaltim. saya sering ke sana tapi hanya sampai di Samarinda karena di sana ada kantor cabang perusahaan tempat saya mencari nafkah, perusahaan surveyor batubara.

      Horas..mejuah-juah…

  • Patarsono Tinambunan  On Kamis, 8 Oktober, 2009 at 10:52 AM

    Menurut hemat saya, Manduamas perlu menyatakan sikap untuk bergabung dengan Barusraya membentuk Kabupaten. Namun demikian yang perlu dicari titik temunya adalah masalah nama yang akan dimunculkan. Supaya tidak tarik menarik, alangkah baiknya bila namanya diganti menjadi Kabupaten Tapanuli Barat.

  • Tumpal Nainggolan  On Minggu, 29 Maret, 2009 at 9:44 AM

    molo menurut au lebih bagus begabung dengan barus, asa perjuangan untuk membentuk kabupaten lebih cepat terpenuhi, molo untuk Manduamas mungkin bisa dipikirkan untuk jadi kabupaten 10 tahun kedepan. tadukung ma jolo induk ta najolo asa dohot nasida haduan untuk mandukung anak na molo naeng manjae muse.

    Mauliate

  • KTHP  On Senin, 16 Maret, 2009 at 12:09 PM

    Respon Untuk : Tulang Poltak Marbun, SH

    Memang itu betul Tulang, tetapi Kec. Manduamas tidak memiliki ikatan emosional dengan Kecamatan Barus dalam hal pemekaran.
    Menurut saya kalaupun dibuat semacam Polling kemungkinan besar orang-orang Manduamas pasti akan sependapat dengan kami.
    Ada sesuatu yang kita tidak dapat lupakan sampai sekarang dengan Barus.
    Ketika Manduamas masih dibawah Kec. Barus, Barus menganggap Manduamas itu paling sederhananya adalah PH3H(ParHuta-Huta Hian) dan itu sudah kita rasakan sejak dulu.
    Bedanya adalah Kec. Manduamas dengan Kec. Sirandorung (Pemekaran dari Kec. Manduamas) tidak menganggap seperti itu. Satu lagi Manduamas dengan Saragih bahkan Laembalno (NAD) tidak menganggap seperti itu.

    Contoh Case 2006 : (Pengakuan Seorang Teman).
    Di Barus sudah ada POM bensin, ada teman saya agen kecil-kecilan di Manduamas, ketika begitu susahnya mendapatkan bensin, dia sudah antri, sudah ada Surat Agen, kenyataan apa? Mengecewakan. Dia tidak dilayani hanya karena dia dari Manduamas.

    Jadi kepada semua pembaca sikap-sikap seperti inilah yang perlu kita perbaiki untuk kemaujuan ke depan.

    Mauliate-Terima kasih.
    Horas Tulang !

    • luhut simamora, Mds  On Sabtu, 19 Juni, 2010 at 9:59 AM

      masalah seperti ini memang harus kita lihat secara berlapang dada. butuh kajian yang lebih mendalam lagi jika ingin memekarkan diri dari Kab.Tapteng.
      ingat kasus pemekaran protap? gagal do kan? ai nungnga sude “masisolothon” kepentingan masing-masing.
      isu-isue sperti ini, untuk beberapa tahun ke depan cukuplah dulu hanya sekedar “wacana”. napenting tadok tu angka dongan sahutanta: “taula ma ulaonta, tanom godang angka sipanganoni, asa adong allangon. pasingkolahon gellengmu, mungkin suatu saat merekalah yang dapat merintis jalan ke arah itu”.
      mungkin pendapat ini terlalu pesimis, No..no…….no.
      JANGAN TERLALU BANYAK HITA IKUT POLITIK PRAKTIS ATE. BOHA? TOHO DO NAHUDOK I?
      lalap ma angka Ama-ama annon holan namangkatai pengusulan pemekaran/fusi on ate. Ina-ina pe, sambil mamanen sawit, holan on nama dihatai.
      JIKA INGIN PERCEPATAN PEMBANGUNAN ro tu hutanta be, tadok ma antong tu angka ANGGOTA DPRD asa adong dibaen anggaran pembangunan tu angka hutanta. Horas! (molo halak nias mandok: “hora!” he..he…he xi…xi…”

  • poltak marbun, sh  On Minggu, 15 Maret, 2009 at 7:04 PM

    seharusnya bergabung, karena kalau tidak bergabung akan tidak terbentuk kabupaten barus raya, sebab tidak akan terpenuhi persyaratan untuk sebuah kabupaten, dan dari sejarahnya pun manduamas dan sekitarnya adalah bagian dari kecamatan barus, termasuk singkil, pakkat dan parlilitan dan kecamatan sorkam adalah dulunya wilayah barus raya, dan karakter maupun budayanya adalah sama, jika manduamas menarik diri maka kabupaten barus raya akan tinggal harapan dan manduamas pun tidak akan bisa menjadi kabupaten karena terbentur masalah jumlah kecamatan (minimal 5 kecamatan) dan jumlah penduduk.
    Dari : Poltak Marbun, SH seorang Putra Barus berprofesi sebagai Advokat di Jakarta.

  • Kenangan T.H. Purba  On Sabtu, 14 Maret, 2009 at 11:28 AM

    Tentang statistik !

    1. Patarsono Tinambunan, SP, merupakan perpanjangan tangan BPS di Mandumas mungkin bisa kita minta dari beliau.
    2. Nah ini ! salah satu studi kelayakan yang saya maksud.

    • LPS  On Sabtu, 14 Maret, 2009 at 12:05 PM

      Sangat bagus kalau Pak Patarsono dapat membantu kita dalam hal data-data statistik.

      HORAS…………..

      LP. Simamora
      DKI Jakarta

  • Zul Azmi Sibuea  On Rabu, 4 Maret, 2009 at 2:36 PM

    Agak sulit bagi saya menjawab angket pemekaran diatas saat ini , kecuali saya mengetahui berbagai informasi dan potensi ekonomi kecamatan manduamas sendiri berikut informasi sampai ke desa-desa seperti desa-desa PO. Mandumas, Manduamas Lama, Lae Monong, Tumba Jae, Tumba Julu, Binjohara, Pagaran Nauli, Sarma Nauli, Saragih dibandingkan dengan kecamatan lain sekitarnya seperti Sosorgadong, Barus, Barus Utara, Andam Dewi, dsn Sirandorung.

    Misalnya,sedikitnya 80% adalah orang Pakpak (baik Pakpak Kelasen maupun Pakpak Boang, juga ada Pakpak Simsim). Berapa prosen diantaranya bertani, berkebun , memelihara hewan ternak, ikan . Desa agraris seperti apa , perkiraan produktifitasnya dibandingkan dengan unit agraris disekitarnya dst…dst.

    Saya masih harus belajar banyak, membaca banyak , bertanya banyak mengenai manduamas

    Salam
    Zul azmi sibuea

    • MANDUAMAS  On Rabu, 4 Maret, 2009 at 3:30 PM

      Wah….saya tidak menyangka concern Bapak sampai sedetail itu.
      Saya sendiri tidak memiliki data statistik atas variabel-variabel yang Bapak maksud. Mungkin Pak KTHP atau Dek FCH dapat membantu, apalagi Dek FCH adalah anak dari Lurah PO. Manduamas.

  • Willy Habib Berutu  On Minggu, 22 Februari, 2009 at 5:43 PM

    Ok..silih Selamat Berjuang di sana. Njuah2…!!

  • Willy habib Berutu  On Minggu, 8 Februari, 2009 at 10:18 PM

    Manduamas Banyak Orang Pakpak Ga Bang?? Kalau Bisa Bikin Kabupaten Manduamas aja,,,,

    • MANDUAMAS  On Senin, 9 Februari, 2009 at 9:13 AM

      Silih Berutu,

      Di Manduamas itu, sedikitnya 80% adalah orang Pakpak (baik Pakpak Kelasen maupun Pakpak Boang, juga ada Pakpak Simsim).
      Kalau soal Kabupaten Manduamas, itu masih terlalu jauh karena untuk membentuk satu kabupaten itu harus dipikirkan dengan sangat matang. Kalau pun memang masyarakat Manduamas menginginkannya, palingan bisa terealisasi +/- 10 tahun yang akan datang karena segala sesuatu harus dipersiapkan dengan matang (lihat tulisan di blog ini yang mengulas tentang Manduamas).

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.