Sarang Walet [di PO. Manduamas] Resahkan Warga

Global, 13 February 2009, Keberadaan bangunan pencakar langit yang dijadikan sarang burung walet di Pasar Onan (PO) Mandumas, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mulai meresahkan warga sekitarnya. Dohar Hasugian (46 tahun) warga sekitar kepada Global, Kamis (12/2) mengatakan, semenjak adanya bangunan penangkaran sarang walet lebih kurang 4 tahun silam, masyarakat sudah mulai resah dan khawatir. Selain bangunan pencakar langit yang dijadikan sarang burung walet sangat labil dan bahkan akan menjadi tumbuhnya jentik-jentik nyamuk dan menimbulkan penyakit menular. “4 tahun lalu, ada calo-calo yang membeli tanah di sini dan menyatakan untuk dijadikan lahan tempat tinggal dan membuka usaha dengan maksud untuk memajukan perekonomian masyarakat sekitarnya. Kenyataanya, semua janji itu hanya tipu muslihat agar masyarakat dapat segera menjual tanahnya untuk dijadikan sarang burung walet,” ungkap Dohar Hasugian. Dikatakan, akibat bangunan tinggi yang dijadikan penangkaran sarang burung wallet dan sudah tiga tahun ditinggalkan pengusahanya dan memilih tinggal jauh dari kebisingan itu. “Warga yang ada di sekitar bangunan walet merasa bising yang disebabkan oleh suara burung walet dari tape recorder yang dipasang mulai pagi, siang dan malam, tanpa membuat jadwal,” bebernya. Ironinya, katanya, akibat kebisingan suara tape recorder yang dibunyikan pada jam shalat, sudah pernah mendapat teguran dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun pemilik penangkaran walet tersebut, terkesan “kebal” hukum dan mengabaikan teguran dari MUI setempat, tandasnya.

 

 Sumber: Harian Global

 

 

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: