Syamsul Dinilai Belum Jujur

MEDAN(SINDO), 25 February 2009 – DPRD Sumatera Utara (Sumut) menilai Gubernur Sumut (Gubsu) Syamsul Arifin belum jujur menjelaskan motivasinya menerbitkan surat persetujuan pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap). Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pencari Fakta Tragedi 3 Februari 2009 DPRD Sumut Abdul Hakim Siagian mengatakan, penjelasan Syamsul dalam pertemuan dengan DPRD Sumut, Jumat (13/2) lalu, belum menjawab data-data yang mereka lontarkan. “SK Gubsu termasuk pemicu kerusuhan. Kami menganggap pengakuan Syamsul beberapa waktu lalu belum jujur,” katanya saat bertemu Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Farouk Muhammad di Gedung DPRD Sumut, di Medan kemarin. Menurut dia, Syamsul harus menjelaskan kepada publik mengapa telah mengeluarkan surat keputusan bernomor 130/3422.K tahun 2008 yang dinilai salah itu. Pengakuan ini dinilai sangat penting untuk mengetahui latar belakang kerusuhan Protap yang sesungguhnya. Hakim menjelaskan, bahwa pansus telah mendapat tiga informasi tentang proses Syamsul menandatangani surat persetujuan pembentukan Protap. Pertama, Syamsul lebih dulu menandatangai surat rekomendasi tersebut sebelum ditandatangani staf-stafnya. Kedua, Syamsul mendapat tekanan dari pusat untuk mengeluarkan rekomendasi. Ketiga, Syamsul telah diteror orang-orang yang menginginkan pembentukan Protap. Dia menegaskan, pansus akan tetap bekerja untuk membuktikan bahwa DPRD Sumut tidak pernah menghalang – halangi terbentuknya Protap. “Pansus akan terus mencari fakta-fakta yang menyebabkan kerusuhan dalam unjuk rasa massa pendukung pembentukan Protap itu, termasuk surat persetujuan Gubernur,” tukasnya. Dalam upaya mengungkap apa yang terjadi di balik surat Syamsul tersebut, Pansus akan memanggil Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Gatot Pudjo Nugroho. “Walaupun dia (Gatot) tak harus menandatangani surat itu, sebagai wakil gubernur dia pasti tahu sedikit banyaknya tentang proses penerbitan surat tersebut,” beber mantan pengacara ini. Kemarin, pansus juga memberi sejumlah fakta kepada Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Farouk Muhammad. Data tersebut nantinya akan disampaikan kepada Presiden SBY. “Masalah ini menjadi perhatian serius Presiden SBY. Karenanya kami ingin meminta data dari Pansus DPRD Sumut agar informasi yang kami dapat lebih berimbang,” kata Farouk dalam rapat tertutup itu. Seusai rapat, Farouk memohon kepada wartawan untuk tidak diwawancarai. Dia mengaku diperintahkan untuk tidak memberi komentar mengenai kerusuhan Protap. Seperti diketahui, saat dipanggil Pansus Pencari Fakta DPRD Sumut, dua pekan lalu, Syamsul menyatakan, dia menandatangani surat persetujuan pembentukan Protap karena telah melalui prosedur, yakni staf-stafnya telah menandatangani surat tersebut, mulai dari Kepala Biro Hukum sampai Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu). Syamsul mengakui kesalahannya terkait tak menyurati DPRD Sumut terlebih dahulu sebelum menerbitkan SK itu. “Ini human error, tak perlu dibesar-besarkan, ini demi keamanan Sumut,” kata Syamsul waktu itu. Hakim mengungkapkan, pansus tidak hanya fokus kepada surat Syamsul, tetapi juga mendesak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto segera mengeluarkan surat izin pemeriksaan sejumlah anggota DPRD Sumut, termasuk Jhon Eron Lumban Gaol. “Kemungkinan tidak hanya Jhon Eron saja yang terlibat. Namun, itu (untuk mengungkapnya) merupakan tugas kepolisian,” ujarnya. Sementara itu, Syamsul Arifin menyatakan, tidak ada yang istimewa dalam pertemuannya bersama sejumlah stafnya dengan Komisi III DPR, Senin (23/2). “Saya rasa itu (pemanggilan) betul. Karena mereka tim pencari fakta. Dari situ nanti mereka merekomendasikan. Dia tidak bisa memutuskan, sebab kewenangan memutuskan itu ada pada institusi pengadilan,” katanya di Gubernuran kemarin. Dia mengatakan, tidak bisa mengomentari hasil pertemuan di Gedung DPR, Jakarta tersebut, lantaran digelar secara tertutup sehingga hasilnya tidak bisa dibeberkan ke publik. “Kalau orang dengar apa yang dibicarakan di situ semua, nanti bisa berasumsi masing-masing. Tidak ada maksud yang ingin disembunyikan dari pertemuan itu. Pertemuan itu hanya hal yang biasa-biasa saja, dan nantinya mereka akan mengeluarkan rekomendasi, tapi saya tidak tahu apa itu,” beber Syamsul lagi. Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Gatot Pudjo Nugroho mengaku siap membeberkan apa yang diketahuinya soal terbitnya surat keputusan (SK) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Syamsul Arifin. “Nanti, saya akan jelaskan. Saya akan datang kalau dipanggil. Namun, hingga kemarin surat panggilan belum ada saya terima,” ujarnya singkat. Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut Sigit Pramono Asri mengatakan, wajar-wajar saja Wagubsu dikait-kaitkan dalam peristiwa tersebut. “Gubsu saja sudah dipanggil apalagi Wagubsu, itu wajar saja. Tetapi, secara administrasi Wagub hanya bersifat membantu Gubsu. Itu pun jika Gubsu minta dibantu. Jika Gubsu tak minta bantuan, Wagubsu tak ikut serta,” katanya. Sigit menilai mantan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumut itu kemungkinan besar mengetahui SK Gubsu yang menyetujui pembentukan Protap. “Idealnya Gatot turut bertanggungjawab atas penerbitan SK tersebut. Setahu saya kalau Gubsu berhalangan, baru Wagubsu yang menandatangani. Jadi sah-sah saja kalau Gatot tidak menandatangani SK itu,” katanya. Anggota Pansus Pencari Fakta DPRD Sumut Raden Muhammad Syafi’i berharap Presiden SBY benar-benar objektif melihat permasalahan Protap demi situasi kondisif. Dia juga meminta agar usulan pemekaran daerah dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2007 direvisi, yakni pengusulan dari pusat ke daerah, bukan dari daerah ke pusat. Alasannya, usulan pemekaran sesuai PP itu berasal dari masyarakat dinilai tidak bisa dikendalikan. Semua daerah berebut untuk mekar dan usulan ini pun sarat ditumpangi kepentingan pribadi.

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: