DPRDSU: Kasus Pastor Rantinus Manalu Sarat Muatan Politis, Harus Segera Dihentikan

Medan (SIB), 12 Jan 2010, Kalangan DPRD Sumut menilai, persoalan kasus hukum yang dialami Pastor Rantinus Manalu sarat muatan politis dari oknum-oknum pejabat Pemkab Tapteng (Tapanuli Tengah) yang merasa “Kegerahan” atas sepak-terjang Pastor mengungkap “segudang” kebobrokan yang dilakukan oleh oknum pejabat di daerah itu.

Penilaian itu diungkapkan Sekretaris FP Hanura DPRD Sumut Suasana Dachi SH, anggota F-PPRN Oloan Simbolon ST, anggota F-PDS Tohonan Silalahi SE MM dan anggota Komisi A Ir. Marasal Hutasoit kepada wartawan, Kamis (7/1) di DPRD Sumut menanggapi kasus hukum yang dituduhkan terhadap Pastor Rantinus Manalu. “Dari awal kita sudah mencermati, kasus yang dituduhkan kepada Pastor Rantinus Manalu bukan murni hukum, tapi sarat muatan politis atau semacam politik balas dendam yang diskenariokan oknum pejabat di Pemkab Tapteng, sehingga kita minta Poldasu segera menghentikan kasus ini,” ujar Oloan Politisi partai PPD ini. Oloan yang juga anggota dewan Dapem VIII ini mengetahui pasti sepak-tejang Pastor yang sangat getol membongkar kasus- kasus korupsi dan selalu berada di barisan terdepan membela hak-hak rakyat, termasuk memperjuangkan lahan masyarakat transmigran yang ‘dicaplok” pengusaha perkebunan sawit PT NS, sehingga membuat kegerahan oknum pejabat di daerah itu.

Atas kevokalan dan keberanian pastor menyoroti kelaliman dan kebatilan di Tapteng itu, ujar Oloan, Tohonan dan Marasal, oknum pejabat di Tapteng menjadi gelisah dan diduga menyusun sebuah skenario untuk membungkam gerakan dari Pastor Cs dengan tuduhan telah melakukan perambahan hutan Register di Tapteng. “Secara jujur, darimana dasarnya Pastor dituduh melakukan perambahan hutan Register, sedangkan Pastor hanya memberikan bibit kepada masyarakat untuk melakukan penanaman/reboisasi. Ini namanya penjoliman hukum atau pemutar-balikan fakta hukum”, geram Oloan dan Dachi sembari berharap, aparat penegak hukum jangan mau “diperalat” oknum tertentu menutupi kebobrokannya.

Seharusnya, tambah Marasal dan Oloan, soal kasus perambahan hutan ini, Kadis Kehutanan Tapteng dan oknum pejabat yang mengadukan Pastor yang harus ditangkap dan dijebloskan ke penjara, karena merekalah yang bertanggung-jawab atas gundulnya hutan Register di Tapteng. Bukan malah yang memberi bibit serta melakukan penanaman/reboisasi kembali yang diadukan.

Barkaitan dengan kasus ini, Dachi dan Oloan mengingatkan oknum pejabat Pemkab Tapteng janganlah hendaknya mengadu-domba masyarakat dengan dalih menduduki kawasan hutan, sebab semua pihak sudah mengetahui, kasus yang menimpa Pastor tujuannya untuk membungkam gerakan masyarakat untuk menuntut lahannya dikembalikan. “Kalau kita bicara kawasan hutan harus jelas dulu batas-batas nya, bukan asal dituduh merambah dan menguasai hutan. Lagipula, lahan yang dikuasai masyarakat sudah lama ditanami kebun karet,” ujar Oloan sembari mendesak aparat Kepolisian untuk menangkap Kadis Kehutanan Tapteng bersama oknum-oknum pejabat yang telah menjolimi Pastor pembela rakyat.

Dikutip dari harian SIB, tanggal 12 Jan 2010.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: