Eksekusi SMAN 1 Barus Diundur

Jumat, 26 Pebruari 2010

SIBOLGA-METRO; Rencana eksekusi lahan SMAN 1 Barus Tapteng hampir dipastikan diundur hingga Ujian Nasinal (UN) usai. Harapan Panitia Khusus (Pansus) Penyelamatan SMAN 1 Barus agar pelaksanaan eksekusi diundur mendapat dukungan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sibolga.

Informasi itu terungkap dari pertemuan antara sejumlah Tokoh Masyarakat Barus yang tergabung dalam Pansus Penyelamatan SMAN 1 Barus dengan Ketua Pengadilan Negeri Sibolga Mahyuti SH, di kantor pengadilan setempat di Kelurahan Pondokbatu, Kecamatan Sarudik, Tapteng, Kamis (25/2). Kepada Ketua PN Sibolga, Pansus Penyelamatan SMAN 1 Barus ke Pengadilan memohon agar pelaksanaan eksekusi lahan SMAN 1 Barus ditunda, terkait dikabulkannya permohonan termohon Martini Lubis oleh Mahkamah Agung yang seyogianya dilakukan Februari 2010 ini.

Chudmansyah Tanjung, Ketua Pansus Penyelamatan SMAN 1 Barus berharap agar Ketua PN Sibolga mengabulkan permohonan mereka. Sebab eksekusi lahan SMAN 1 Barus adalah keresahan bagi seluruh masyarakat Barus. Terutama pada orangtua siswa, sebab dalam waktu dekat akan dilaksanakan UN.

Pansus Penyelamatan SMAN 1 Barus mengharapkan, apabila eksekusi tetap harus ditempuh maka sebaiknya dilakukan setelah siswa selesai mengikuti UN. “Kami sangat berharap pak ketua dapat memahami dan mengerti keluhan kami,” harap Pansus Penyelamatan SMAN 1 Barus.

Ketua Pengadilan Negeri Sibolga Mahyuti SH mengaku, sangat memahami keresahan dari para siswa, orangtua dan juga masyarakat Barus. “Saya secara pribadi sangat memahami keresahan atas rencana eksekusi bulan Pebruari. Dengan pertimbangan, karena sebentar lagi para siswa akan melakukan UAS, dan kita tak mau para siswa resah dengan pelaksanaan eksekusi ini. Maka, saya bersedia menundanya setelah selesai pelaksanaan UAN,” janji Ketua PN Mahyuti, didampingi Panitera Lantas Hutabarat SH.

Ketua PN juga mengaku bahwa dirinya telah menyampaikan masalah tersebut pada Bupati Tapteng. “Bahkan, saya dengan dari beberapa rekan anggota DPRD Tapteng telah mengalokasikan dana untuk pembebasan tanah sesuai tuntutan termohon Martini Lubis. Kita juga berharap, Bupati Tapteng dapat meresponnya segera, sehingga pelaksanaan eksekusi ini bisa diatasi,” ucap Ketua PN Sibolga.

Sekadar mengingatkan, gugatan Termohon Martini Lubis kepada Pemkab Tapteng atas tanah seluas 9.474 meter persegi di Kota Barus, di mana sebahagian di atas lahan itu terdapat SMAN Barus, telah dikabulkan oleh Mahkamah Agung.

Dikutip dari http://www.metrosiantar.com/

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: