[Bandara] Silangit [Taput] Jajaki Rute Baru

Sunday, 28 February 2010

SIBORONGBORONG (SI) – Pengelola Bandar Udara (Bandara) Silangit menjajaki tujuh perusahaan penerbangan dalam dan luar negeri untuk merealisasikan rute penerbangan Silangit menuju beberapa kota dalam negeri dan beberapa negara di Asia dan sebaliknya.

Jika lobi ini berhasil, target untuk menjadikan Bandara Silangit di Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), sebagai salah satu bandar udara dengan penerbangan teraktif kedua di Sumatera Utara (Sumut) setelah Bandara Polonia segera tercapai. Seluruh perusahaan penerbangan yang sedang dilobi itu diharapkan dapat membuka penerbangannya 2011.

 ”Rencananya tahun depan, bahkan pembukaannya diharapkan Januari 2011. Penerbangannya diharapkan dibuka langsung Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),” tutur Kepala Bandara Silangit Martinus Hutasoit di Siborongborong kemarin.

Martinus menyatakan bahwa selain menjajaki sejumlah perusahaan penerbangan dalam dan luar negeri,pengelola Bandara Silangit terus membenahi berbagai fasilitas penerbangan. Bahkan, pada pertengahan tahun ini, keseluruhan fasilitas yang dibutuhkan bandara internasional ini akan dilengkapi di Silangit.

”Sebelumnya rencana kami hanya penerbangan domestik. Karena pertimbangan kebutuhan dan atas saran Bapak TB Silalahi, kami sedang mengupayakan untuk mengajak dua perusahaan penerbangan asing membuka rutenya di Silangit,” paparnya. Sementara itu, terkait fasilitas yang ada saat ini di Silangit, Martinus menyatakan bahwa masih banyak yang belum mereka miliki.

Namun, kondisi itu bukan hambatan karena kesiapan paling mendasar, yakni fisik bandara dan kesanggupannya untuk didarati pesawat-pesawat berbadan lebar. ”Kami sudah mendaratkan berbagai pesawat berbadan lebar, bahkan sampai dua unit pesawat secara bersamaan. Ini menunjukkan bahwa bandara kita memang sudah sangat layak,” tandasnya. Pengamat ekonomi dan bisnis, Dr Marusaha Lumban Gaol,menyatakan bahwa kebutuhan penerbangan di daerah sudah sangat mendesak.

Sebab, aktivitas dan mobilitas warga serta penduduk di kawasan Tapanuli sudah sangat tinggi. ”Selama ini yang diuntungkan untuk beberapa aktivitas warga kan daerah lain. Mungkin jika nanti bandara sepenuhnya sudah selesai, persoalan ekspor impor hasil bumi dari Tapanuli tidak lagi masalah,” ungkapnya.

Marusaha menambahkan,yang terpenting saat ini, yakni mendukung berbagai pengembangan daerah, terlebih dalam bidang komunikasi dan transportasi.Keduanya sangat dibutuhkan untuk mengembangkan sumber daya manusia dan alam sehingga dapat memaksimalkan otonomi. ”Sejauh mana nanti akan kita lihat hasilnya.

Yang pasti, bagaimana kita mendukung dan menjadikan daerah ini sebagai kawasan makmur,” ujarnya. Sementara itu, anggota legislatifTaput, Charles Simanungkalit, berharap pemerintah kabupaten di kawasan Bandara Silangit proaktif dalam mendukung pengembangan bandara ini. Sebab, upaya percepatan pengembangan bandara juga akan bermanfaat bagi pembangunan daerah.

Selain itu, pengembangan Bandara Silangit di Kecamatan Siborongborong, Taput, harus lebih dimaksimalkan. Sebagai salah satu bandara yang melayani jalur penerbangan domestik, fasilitas ini diharapkan mendapat dukungan dan perhatian dari seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, pembenahan infrastruktur di sekitar bandara harus lebih diperhatikan.

Sebab, bandara akan menjadi pintu gerbang jalur transportasi udara di kawasan Tapanuli. ”Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya pengembangan fasilitas di sekitar bandara, seperti pembenahan jalan, dan lampu-lampu lalu lintas. Selain itu, pemerintah harus memberikan pemahaman kepada warga agar dapat menyadari pentingnya fasilitas bandara,” paparnya.

Dikutip dari http://www.seputar-indonesia.com

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • Juan  On Rabu, 7 Juli, 2010 at 7:01 PM

    Semoga ini bisa menjadi awal kebangkitan Tapanuli terutama dibidang pariwisata..saya sebagai anak rantau sangat mendukung dan bangga dengan project ini.

  • Uli  On Selasa, 29 Juni, 2010 at 9:30 PM

    Molo tutu boi terkabul rencana2 na ditulisan diatas, las roha jala kemungkinan lam jotjot iba mulak alani route na semakin pendek. …… – Singapur atau Kuala Lumpur – Silangit. Amangoi amang tabonai. On do nasai pinaitte itte selama on. Molo hubereng negara2 lain jala hubayakkon Bona Pasogit na uli, naeng tangis au.

  • SONRI MUNTHE,SE  On Selasa, 20 April, 2010 at 1:34 PM

    beriuang terus demi terwujud nya bandara silangit menjadi bandara internasional…

  • Anggiat  On Minggu, 28 Februari, 2010 at 7:29 PM

    tutu ma do giap on manang na holan hata-hata sebelum keputusan pancus do hacca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: