Listrik [di Barus] Mendadak Padam, Kantor PLN Dilempari

Selasa, 09 Maret 2010

BARUS–METRO; Pemadaman listrik secara mendadak di Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), membuat warga emosi. Ratusan warga berdatangan dan melempari kantor PLN Ranting Barus, Minggu (7/3) sekitar pukul 19.00 WIB.

Informasi dihimpun METRO, emosi warga memuncak saat ibadah sedang berlangsung sekira pukul 18.40 WIB, tiba-tiba listrik padam. Mereka langsung mendatangi kantor PLN Ranting Barus.

Sebelumnya juga, pemadaman listrik di Barus sudah berlangsung sejak pagi. Namun warga masih dapat memahaminya akibat defisit anggaran yang selama ini menjadi dilema Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Pantauan, METRO di lokasi kejadian, ratusan warga mendatangi kantor PLN Ranting Barus. Kedatangan mereka semula hanya sekadar menanyakan penyebab listrik padam, tiba-tiba terdengar teriakan, seketika warga menyerbu kantor tersebut. Di antaranya bahkan ada yang tersulut emosi lantas melempari kantor PLN tersebut hingga mengakibatkan pintu dan jendela kantor yang terbuat dari kaca pecah terkena lemparan massa.

Amukan massa semakin menjadi-jadi karena tidak seorang pun petugas PLN menemui mereka untuk memberikan jawaban mengapa listrik padam mendadak saat warga melaksanakan ibadah. Emosi warga berlanjut, 1 unit mesin genset yang standby ditarik keluar dari kantor tersebut untuk dihidupkan.

Untung saja, Kapolsek Barus AKP JG Siburian yang mendapat laporan warga langsung turun ke lokasi guna melakukan pengamanan. Kapolsek yang datang dengan sejumlah anggotanya ke lokasi.

Di hadapan massa, AKP JG Siburian mengimbau agar tidak berbuat anarkis. Sementara, dari antara kerumunan massa ada yang berteriak protes karena pemadaman listrik mendadak. “Pihak PLN telah semena-mena mematikan listrik tanpa menghargai warga yang sedang melaksanakan ibadah,” teriak massa sambil melempari kantor PLN tersebut.

Sekitar sepuluh menit kemudian, salah seorang pegawai PLN terlihat mengangkat telephon genggamnya. Kuat dugaan, seseorang itu menghubungi pihak PLN Cabang Sibolga. Sebab tak lama setelah itu, listrik hidup kembali. Setelah itu, warga berangsur beranjak dan meninggalkan kantor PLN cabang Barus.

Di tempat terpisah, Manager PLN Ranting Barus Sabar Rumapea, kepada METRO mengatakan, kedatangan warga pada saat itu dinilai hal yang wajar-wajar saja. Hal itu diakibatkan kekecewaan mereka kepada pihak PLN katrena nya sering pemadaman listrik di daerah itu.

Dia menjelaskan, seringnya padam listrik di daerah bukan karena kelalaian, akan tetapi karena devisit daya sebesar 84 MW. Sehingga pihak PLN terpaksa melakukan pemadaman listrik secara bergilir untuk mengatasi kekurangan daya tersebut. “Kita maklum atas kedatangan warga pada malam tersebut, di mana pada saat itu ibadah sedang berlangsung kemudian listrik tiba-tiba padam. Jadi, wajar mereka datang ke kantor PLN untuk mempertanyakan kenapa terjadi lagi pemadaman. Namun sangat kita sayangkan tindakan masyarakat yang melempari kantor PLN sehingga kaca jendela pecah,” ujarnya mengakhiri.

 

 

Dikutip dari http://metrosiantar.com

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: