Antisipasi Masuknya Teroris dari Aceh ke Tapanuli

Kamis, 11 Maret 2010

Polisi Jaga Manduamas

TAPTENG–METRO; Satu peleton atau sebanyak 40 personel polisi bersenjata lengkap dari Polres Tapteng dikerahkan ke wilayah perbatasan Tapanuli Tengah (Tapteng)–Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), persisnya di daerah Manduamas, Rabu (10/3) malam. Pengerahan itu ditujukan untuk mengantisipasi masuknya teroris dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, ke daerah Tapanuli.

Kapolres Tapteng AKBP Dicky Patrianegara, melalui Kabag Bina Mitra Kompol Muchsin, kepada METRO, Rabu (10/3), mengatakan, upaya mempersempit ruang gerak teroris di wilayah perbatasan merupakan perintah langsung Kapolri pasca penangkapan sekelompok teroris yang beraktivitas di Nanggroe Aceh Darussalam. “Nanti malam, seluruh pasukan berjumlah 40 personel akan diberangkatkan dari Mapolres menuju daerah perbatasan,” ujar Kabag Bina Mitra Kompol Muchsin.

Kompol Muchsin mengatakan, seluruh personel yang akan diberangkatkan itu akan dibekali persenjataan lengkap. Kekuatan polisi untuk pengamanan di daerah perbatasan juga akan dibantu personel polisi yang bertugas di Polsek Manduamas.

Bahkan, sambung Kompol Muchsin, kekuatan di perbatasan nantinya tak hanya akan diperkuat dari Korps Brigade Mobil (Brimob), tetapi juga dari TNI seperti Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

Dia menjelaskan, dalam operasi itu para personel diperintahkan wajib melakukan pemeriksaan terhadap setiap warga Aceh yang masuk ke wilayah Tapteng. Dikatakan Kompol Muchsin, pemeriksaan akan difokuskan di jalan perbatasan Manduamas-Aceh. Kemudian kepada warga diimbau untuk memantau jika ada gerak-gerik yang mencurigakan dari orang asing atau pendatang gelap dan segera melaporkannya ke polisi.

Ditanya apakah kekuatan 40 personel itu sudah optimal untuk melakukan pengamanan di daerah perbatasan, Kompol Muchsin mengatakan, sejauh ini pihaknya masih sekadar memantau, melihat perkembangan sekaligus memberikan dukungan. “Jika situasinya memungkinkan (melakukan penambahan personel, red), kita akan meminta bantuan dari Polda dan berkoordinasi dengan TNI,” terang Kompol Muchsin.

Terpisah, Jamarlin Purba, anggota DPRD Tapteng, mengaku salut dengan kebijakan Polres Tapteng. Dikatakan politisi asal PDI Perjuangan itu, Kecamatan Manduamas merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Nangroe Aceh Darussalam, sehingga patut disinyalir sebagai pintu masuk teroris untuk melarikan diri dari kejaran Densus 88.

Pada kesempatan itu, Jamarlin Purba mengimbau seluruh warga di yang berdomisili Manduamas agar mengefektifkan komunikasi dengan petugas kepolisian di daerah itu. “Bagi warga setempat, jika melihat ada orang asing atau pendatang gelap, dan atau melihat ada gerak-gerik mencurigakan supaya segera melapor ke polisi,” imbau Jamarlin Purba.

Di Langkat, Polisi Lakukan Sweeping Teroris

Sekitar 60 personel kepolisian melakukan sweeping di perbatasan antara Sumatera Utara (Sumut) dengan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), tepatnya Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumut, Rabu (10/3).

Hal itu dilakukan untuk menangkap kelompok teroris yang diperkirakan keluar dari markas mereka daerah Aceh. Sweeping dilakukan dengan memeriksa seluruh kendaraan roda empat maupun roda dua.

Petugas memeriksa semua kartu indentitas para pengguna jalan dan barang bawaan mereka. Jika tidak ditemukan hal yang mencurigakan, mereka diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Kapolres Langkat Ajun Komisaris Besar Mardiyono mengatakan sweeping dilakukan untuk mempersempit gerak para teroris agar tidak keluar dari aceh. “Selain itu, sweeping juga dilakukan untuk menjaga pasokan bahan bantuan untuk para teroris dari luar menuju Aceh,” ujarya. Pada Rabu belum ditemukan penumpang dan barang bawaan yang mencurigakan.

Di Karo, Brimobdasu Kirim Tambahan 30 Pasukan

Upaya pengamanan juga dilakukan di Kabupaten Karo, Brimobdasu menurunkan 30 personel ke Polres Karo. 30 personel itu akan bergabung dengan personel dari Polres Karo untuk melakukan penjagaan ketat di perbatasan Karo–Aceh Tenggara.

Kapolres Tanah Karo AKBP I Agung Prasetyoko, dalam sambutannya ketika melakukan apel gelar pasukan, Rabu (10/3), mengatakan, kedatangan personel Brimobdasu akan ditempatkan di dua titik di daerah perbatasan, yaitu di Kecamatan Mardinding dan Kecamatan Tigabinanga. Mereka akan diperbantukan untuk membantu polisi setempat guna mengamankan wilayah terkait adanya tindak terorisme di Aceh, utamanya di daerah perbatasan.

Dikatakan Kapolres, langkah cepat diambil mengingat Propinsi Aceh berbatasan langsung dengan Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Karo Karo. Sehingga sikap tangkal saat ini dirasakan cukup urgen dilakukan, untuk mempersempit ruang gerak para teroris yang coba lari ke luar Aceh lewat jalan darat.

Di luar pola penjagaan perbatasan, sejak beberapa hari ini tim gabungan Polres Tanah Karo terus melancarkan aksi sweeping kendaraan dari dan menuju Propinsi Aceh Aceh.

Seperti Selasa (9/3) malam, di mana sepasukan petugas hingga paginya menggelar operasi ketat atas kendaraan bermotor, baik roda dua maupun empat. Namun sejauh ini, belum ada informasi kalau petugas ada menemukan teroris yang masuk ke wilayah hukum Polres Tanah Karo. Untuk itu, polisi sangat berharap agar masyarakat luas dapat membantu langkah langkah polisi, bilamana menemukan adanya orang yang dicurigai, agar segera melaporkannya ke pihak berwajib.

 

 

Dikutip dari http://metrosiantar.com/

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: