Kejari Didesak Usut Kasus Dana Purnabakti Dewan [Sibolga]

Selasa, 23 Maret 2010

SIBOLGA-METRO; Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga didesak mengusut kasus purnabakti Dewan 1999-2004 sebesar Rp1.080.000.000. Desakan itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Hankamnas DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Sibolga Darwin Satrio Hutabarat, kepada Metro Sabtu (20/3).

Dia meminta institusi Kejaksaan Negeri Sibolga agar memburu dan menangkap oknum YP, mantan anggota DPRD Sibolga periode 1999-2004, terkait kasus dana purnabakti.

“Terhitung sejak hari ini, Kejari Sibolga kita deadline satu minggu ke depan agar pro aktif menangkap YP yang sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), dalam kasus dana purnabakti yang merugikan uang negara. Atau opsi lain saya yang menyerahkan bersangkutan ke Kantor Kejari Sibolga,” tegas Darwin.

Disebutkan Darwin, kasus aliran dana purnabakti dewan 1999-2004 sebesar Rp1.080.000.000 dengan melibatkan 20 anggota Dewan, termasuk oknum YP, tak terlepas dari jerat hukum. Harusnya dijadikan momentum sebagai pintu masuk bagi Kepala Kejaksaan (Kajari) Sibolga yang baru untuk membersihkan praktik korupsi. “Keraguan masyarakat terhadap institusi kejaksaan dalam hal penanganan pemberantasan korupsi, semakin terang benderang,” kata Darwin.

Mengingat oknum YP hingga kini belum tersentuh hukum. Bahkan, dikhawatirkan kasus purnabakti yang cukup menghebohkan itu bisa tenggelam akibat tergerus Markus (Makelar Kasus). “Saya harapkan kepada Kejari Sibolga harus bertindak cepat, sebelum YP melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Terlebih enam temannya sesama anggota panggar sudah terlebih dulu divonis majelis hakim,” tuturnya.

Menurut Darwin, dana purnabakti yang ‘ditilep’ 20 anggota dewan Kota Sibolga kala itu, sesungguhnya tak memiliki landasan hukum. Sehingga dapat dikategorikan sebagai penyelewengan atau korupsi. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, PP Nomor 110 Tahun 2000, maupun surat Edaran Mendagri Nomor:61/3211.SJ, tanggal 29 Desember 2003, tidak mengatur soal dana purnabakti.

Sebelumnya, Kajari Sibolga Tama Sembiring, ketika ditanya tentang banyaknya kasus-kasus yang telah dilaporkan namun tidak ’mengalir’ hingga ke meja hijau dalam jumpa pers, Kamis (4/3), lalu, mengatakan, mengenai kasus-kasus yang lama yang telah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Sibolga sama sekali tidak diketahuinya. “Yang jelas apabila ada kasus korupsi dan kasus lainnya yang baru dan yang telah dilaporkan, selama saya menjabat Kajari di Sibolga semuanya akan diproses,” janji Tama Sembiring.

Dikutip dari http://metrosiantar.com

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: