PLTU Labuan Angin Akan Tambah Daya

Selasa, 23 Maret 2010

TAPTENG-METRO; Pada pertengahan tahun 2010 ini, PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan menggelar tender proyek pembangunan penambahan daya energi listrik PLTU Labuan Angin yang terletak di Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sebesar 1 x 115 MW lagi.

Dengan penambahan daya itu, PLTU Labuan Angin yang dibangun menelan biaya hingga Rp2 Triliun lebih tersebut akan menghasilkan total daya listrik sebesar 3 x 115 MW, sebab sebelumnya perusahaan tersebut sudah menghasilkan daya 2 x 115 MW dan sudah diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT PLN Dahlan Iskan ketika berada di Kota Sibolga saat meninjau keberadaan PLTU Labuan Angin bersama rombongan komisi VII DPR RI yang diketuai Effendy MS Simbolon mengatakan, penambahan daya PLTU Labuan Angin sebesar 1 x 115 MW tidak ada hubungannya dengan program 10.000 MW pemerintah, tapi PLN saat ini sedang melancarkan program revolusi Sumatera untuk mengimbangi pembangunan kelistrikan di pulau Jawa yang awal pencanangannya akan dilaksanakan pembangunan mesin pembangkit listrik pada tahun ini di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Dikatakan, program revolusi Sumatera ini bertujuan untuk membebaskan seluruh daerah di pulau Sumatera dari krisis energi listrik. Untuk itu, kata Dahlan, sebagai bentuk realisasi dari program tersebut, pihaknya akan turun langsung melihat beberapa rencana proyek pembangunan pembangkit seperti PLTA Asahan III dengan jumlah 2 unit berkapasitas 154 MW, PLTU Labuhan Angin dengan jumlah 2 unit berkapasitas 230 MW, PLTP Sarulla dengan jumlah 3 unit berkapasitas 165 MW, dan PLTA Asahan I berjumlah 2 unit berkapasitas 180 MW.

“Namun, hanya PLTU Labuhan Angin yang baru dioperasionalkan dan Asahan I dalam minggu ini.  Sedangkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla, baru akan dimulai berjalan pada pertengahan tahun depan. Belum ada kesepakatan harga jual listrik antara PLN dan PT Medco, menjadi persoalan terkendalanya pembangunan proyek 165 MW ini,” katanya.

Kemudian, lanjut Dahlan, sebagai wujud keseriusan PLN terhadap program revolusi Sumatera, sejumlah mesin pembangkit di beberapa daerah sudah dan akan beroperasi untuk mengatasi krisis listrik seperti Tanjung Pinang sudah beres seminggu lalu, Karimun minggu ini akan sudah beres. “Program seperti ini juga kita luncurkan di daerah luar Sumatera seperti di Makkasar dan Bali,” tukasnya.

Bagaimana dengan PLTA Asahan yang dikelola perusahaan Alumanium Inalum, Dahlan mengatakan, pada tahun 2013 nanti kontrak keberadaan perusahaan tersebut akan berakhir. Setelah kontrak habis, ada beberapa pilihan apakah Indonesia mau memperpanjang kontrak atau tidak memperpanjang kontrak dan bagaimana kontribusinya. Kalaupun kontraknya diperpanjang bagaimana? Apakah ada perubahan klausal, misalnya harga listriknya bagaimana?

Namun, ujar Dahlan, persoalan ini akan dibicarakan oleh pemerintah pusat nanti karena bukan merupakan gawean PLN. Kalaupun kontraknya tidak diperpanjang, itu seluruhnya nanti terserah pemerintah pusat, apakah mau memberikan kepada PLN atau kepada pemerintah daerah.

Dikutip dari http://metrosiantar.com

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: