39 Pengusaha Walet [Sibolga] Ngebon Retribusi HO

Rabu, 24 Maret 2010

SIBOLGA–METRO; Dari 50 pemilik penangkaran burung walet terdaftar di Pemko Sibolga, baru 11 pengusaha yang menyerahkan berkas perpanjangan izin HO (Hinder Ordonantie) atau izin gangguan dan membayar retribusinya. Selebihnya, sebanyak 39 pengusaha hingga kini masih ngebon atau belum melunasi kewajibannya.

Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (PKAD) Kota Sibolga Drs H Soritua Hasibuan, melaui Kabid Pendapatan PKAD Basril Tanjung, kepada METRO ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/3), mengaku kecewa terhadap para pengusaha penangkar walet Sibolga. Dia mengatakan, para pengusaha itu (39 pengusaha walet, red) telah mengingkari kesepakatan yang telah dirumuskan dalam rapat yang digelar di kantor DPRD Kota Sibolga pada Pebruari 2010 lalu. “Dalam pertemuan itu para pengusaha sudah sepakat mengurus dan memperpanjang izin HO sekaligus membayar retribusi gangguan/HO pada 15 Maret 2010. Kenyataannya, dari 50 pengusaha yang terdaftar di wilayah Sibolga, hingga Selasa (23/3), baru 11 pengusaha (lihat tabel, red) yang telah memenuhi kesepakatan itu,” ungkap Basril Tanjung.

Masih kata Basril Tanjung, dari 11 pengusaha walet itu dana yang masuk atas rertribusi HO sebesar Rp33 juta. Masing-masing pengusaha menyetor senilai Rp3 juta.

Sementara ketika ditanya apa alasan ke-39 pengusaha walet itu hingga kini belum melakukan pengurusan izin dan membayar retribusi? Basril Tanjung mengaku belum mengetahui persis persoalannya. Dia mengatakan, belum ada memeroleh informasi dari pihak pengusaha.

Meski begitu, Basril Tanjung mengatakan, akan tetap menunggu itikad baik para pengusaha walet. “Kita tunggu saja dulu beberapa hari ini. Bila mereka tidak juga mengurus perpanjangan izin, maka kita akan mengirimkan surat peringatan kedua,” kata Basril Tanjung datar.

Namun bila peringatan kedua itu juga tidak diindahkan, Basril Tanjung menegaskan akan kembali dilayangkan surat pemanggilan ketiga sekaligus untuk melakukan tindakan tegas. Dalam penindakan itu nantinya akan berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Sibolga selaku penegak Perda.

Menurut Basril Tanjung, Pemko Sibolga selama sudah cukup memberikan kelonggaran kepada para pengusaha. Dia juga menyampaikan batas waktu 15 Maret 2010 itu juga atas usulan para pengusaha walet di hadapan Pemko Sibolga dan anggota DPRD Kota Sibolga yang bertindak sebagai fasilitator.

 

11 Pengusaha Walet yang telah mengurus dan

memperpanjang Izin HO serta melunasi

retribusinya hingga Maret Tahun 2010

No Nama

1. Maria Magdalena Habinsaran

2. Christie Sucita

3. Aman Liana

4. Maruli

5. Wendy Susanto

6. Juli

7. Anna Rosida Habinsaran

8. Hartono Khosasi

9. Parlindungan Tandauli

10. Nurameni

11. Burhan Sinaga

Sumber: Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (PKAD) Kota Sibolga.

http://metrosiantar.com

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • supriyadi  On Rabu, 19 Januari, 2011 at 10:26 PM

    maaf pak,saya mau nawarkan lokasi walet pak,lokasi cocok dan sangat banyak sekali walet2 yang bekeliaran tanpa ada rumahnya,saya mau bangun g ada modal pak,saya yakin kl bapak membangunya pasti hasilnya tidak mengecewakan bapak2.kl ad inpormasi hubungi ke no saya ya pa,
    supriyadi
    hp:085264127910

  • tamasolusi  On Jumat, 28 Mei, 2010 at 12:20 PM

    Nice post…thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: