Kerusakan Parah Jalan Karo-Dairi Mulai Dibenahi

Sidikalang, (Analisa)

Kerusakan parah jalan jurusan Kabupaten Karo-Kabupaten Dairi mulai dibenahi. Khususnya route perbatasan Karo-Dairi di jalur Lae Pondom, alat berat mulai dioperasikan mengeruk saluran drainase dan membersihkan bahu jalan. Sejumlah material juga telah terdistribusi termasuk di titik longsor.

Ir Surung Hutajulu staf Dinas Bina Marga Sumut melalui telepon seluler, Selasa (23/3) menjelaskan, jalan negara jurusan Merek Kabupaten Karo hingga Panji Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi diperbaiki tahun 2010 sepanjang 11 kilometer. Pendanaan bersumber dari APBN. Lama kegiatan memakan waktu 180 hari kerja terhitung maret.

Kegiatan dimaksud dibagi dua paket. Paket pertama adalah jurusan Merek hingga gapura (batas Karo-Dairi) dikerjakan PT Paesa. Selanjutnya, paket kedua dimulai dari gapura hingga Panji dilaksanakan PT Dian Perkasa. Sehubungan itu, Surung mohon pengertian masyarakat bila saat pengerjaan terkadang terjadi antrian. Ini demi pelayanan publik.

Pisher Agustinus Simamora dan Binsar Sinaga SE anggota DPRD Dairi memberi apresiasi kepada Pempropsu atas atensi tersebut. Kendati terlambat, tetapi langkah itu jauh lebih baik dibanding mengabaikan kasus yang menyangkut kepentingan umum. Simamora mengatakan, kondisi saat ini ruas sungguh memprihatinkan. Tak layak lagi disebut jalan negara sebab dimana-mana kubangan kerbau rame. Profilnya mirip jalan menuju hutan. Persoalan itu telah banyak makan korban.

Jarak Sidikalang-Medan sepanjang 156 kilometer harus memakan tempo hingga 6 jam dari kebiasaan hanya 4 jam. Dan, keluhan berat dirasakan kala melintas di ruas Lae Pondom. Dari aspek ekonomis dan interaksi sosial dampaknya cukup meresahkan.

Lintasan itu juga merupakan akses darat bagi masyarakat Aceh Singkil, Subulusalam, Aceh Tenggara, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan dan Samosir menuju Medan.

Dia berharap, demi optimalisasi anggaran, rekanan penting memperhatikan mutu sehingga masa pakai konstruksi dapat mendekati kewajaran. Sungguh ironi bila baru dikerjakan tiga bulan tetapi penyakit sudah kambuh lagi.

Di sisi lain, ujar Simamora anggota dewan dari Partai Karya Peduli Bangsa, pengawasan melekat dari Dinas Perhubungan amat strategis guna menyelamatkan asset dimaksud. Diduga kuat, tingginya frekwensi kendaraan over tonase melintas di jalur itu punya andil mempercepat kerusakan. Seiring itu, koordinasi instansi terkait termasuk dengan Pemkab Dairi amat dibutuhkan.

Binsar Sinaga anggota legislatif dari PKDI (Partai Kasih Demokrasi Indonesia) menyarankan, konstruksi jalan di beberapa titik perlu dimodifikasi. Pasalnya, tanah di ruas itu tergolong lembek atau elastis karena kelembaban tinggi.

Diprediksi terdapat aliran anak sungai di bawah permukaan hotmix. Untuk itu, beberapa plat beton perlu dipasang agar tanah kering. Aliran anak sungai membuat ikatan aspal tidak kokoh atau mudah retak.

Sementara itu, Sarif Kudadiri mantan Kepala Desa Sitinjo mendesak pemerintah memperhatikan kerusakan terparah di Panji Simpang Tiga Kecamatan Sitinjo. Warga di sana sangat keberatan melihat jalan penuh becek. Bertahun-tahun lokasi itu sepertinya dibiarkan terlantar. Pengendara pun mesti ekstra hati-hati dimana permukaannya berubah bagai kolam.

Dari pantauan wartawan, kendati jalur tadi dibenahi masalah belum juga usai. Kerusakan masih juga melebar di “tikungan amoy” Bandar Baru Kabupaten Deli Serdang dan beberapa titik di Kecamatan Tiga Panah. Dana besar diperlukan untuk normalisasi.

 

Sumber: http://www.analisadaily.com

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: