Tanaman Warga di Perkampungan Kuala Marus, Sitardas, Tapteng, Ditraktor Perusahaan Sawit PT CPA

Maret 26th, 2010

Badiri, Tapteng (SIB), Sekitar 10-an warga di Perkampungan Kuala Marus, Desa Sitardas, Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah, seketika histeris setelah melihat lahan tanaman miliknya ditraktor pekerja perusahaan sawit PT CPA, Rabu (25/3), sekitar pukul 11.30 WIB s/d 12.00 WIB. Para warga histeris karena setelah hampir 14 tahun mengelola lahan dan menanaminya dengan karet dan tanaman pertanian lainnya, tiba-tiba perusahaan sawit itu, mentraktornya dan meratakannya.
Pengamatan SIB di lokasi kejadian, puluhan warga yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu dan anak-anak itu, menangis. Sembari menyampaikan protes keras, kepada operator alat berat dan security perkebunan, mereka mempertanyakan apa maksud dan tujuan perusahaan memporak-porandakan lahan pertanian mereka. Aksi protes warga dengan oprator alat berat pun nyaris bentrok, hingga akhirnya petugas operator, meninggalkan lahan tersebut, setelah meminta petunjuk dari Kapolsek Pinangsori Zulfadli SH.

Stepma Zega yang diwawancarai wartawan mengatakan sangat sedih melihat tindakan pihak perusahaan, tanpa berkomunikasi dengan warga sebagai penduduk di kampung itu. Katanya, mereka mengelola lahan pertanian tersebut sudah hampir 14 tahun lalu, tetapnya tahun 1995. Tetapi entah bagaimana, tiba-tiba alat berat perusahaan, merusak tanaman milik mereka.
Disampaikannya, para warga datang memasuki dan mengelola lahan tersebut puluhan tahun lalu untuk mencari makan bukan untuk mencari kekayaan. Mereka pun sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa Sitardas yang dulu bermarga Hasibuan.

Ketua LSM ICW Sibolga-Tapteng Dohar Franklin Sianipar yang turun ke lokasi menyayangkan sikap pihak perusahaan. Menurutnya tindakan seperti itu tidak akan terjadi, kalau perusahaan duduk dan berkomunikasi dengan warga. Karena bagaimanapun, semua permasalahan akan dapat selesai dengan solusi terbaik, kalau ada komunikasi.

Sementara itu, Kapolsek Pinangsori Zulfadli SH yang juga turun ke lokasi, meminta operator perusahaan untuk tidak mengganggu lahan warga. “Saya meminta petugas operator untuk tidak mengganggu tanaman warga. Kemudian kepada warga, jangan melakukan tindakan anarkis, atau tindakan kriminal. Tolong jangan ada,” kata Kapolsek. Sementara security perusahaan yang ditanyai wartawan mengatakan bahwa lahan tersebut sudah dibeli perusahaan dari Kepala Desa Sitardas berinisial RB.

Dikutip dari http://hariansib.com

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: