36 Pengusaha Walet [Sibolga] Terancam Dipidana

Jumat, 02 April 2010

3 Bulan Kurungan, Denda Rp5 Juta

SIBOLGA–METRO; Terhadap 36 pengusaha penangkar walet yang belum membayar retribusi HO (Hinder Ordonantie) atau izin gangguan hingga batas waktu ditentukan 15 Maret 2010 terancam dipidana kurungan 3 bulan kurungan dan denda Rp5 juta.  Ancaman itu sesuai amanah Peraturan Daerah (Perda) Kota Sibolga Nomor 6 Tahun 2008 tentang perubahan atas Perda Kota Sibolga Nomor 6 Tahun 2000 tentang Retribusi pengelolaan dan pengusahaan sarang burung walet.

Hal itu ditegaskan Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Pemko Sibolga Zufrianto Hutagalung SH, kepada METRO ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (1/4). Menurut Zufrianto Hutagalung, ke-36 pengusaha walet yang membandel belum membayar retribusi dan menyerahkan berkas perpanjangan izin HO hingga batas waktu ditentukan telah melanggar Perda Kota Sibolga Nomor 6 Tahun 2008 tentang perubahan atas Perda Kota Sibolga Nomor 6 Tahun 2000 tentang Retribusi pengelolaan dan pengusahaan sarang burung walet. “Ini jelas bentuk pelanggaran. Bila pengusaha membandel dan tetap ngotot tidak membayar retrebusinya, maka pengusaha bisa dikenakan hukum pidana kurungan paling lama 3 bulan dan denda Rp5 juta,” tegasnya.

Selain itu, dia menjelaskan sesuai Perda Nomor 6 Tahun 2008 tersebut, setiap tempat penangkar sarang burung walet dilarang membunyikan kaset atau pengeras suara lainnya yang dapat mengganggu ketenangan warga masyarakat khususnya yang sedang melaksanakan ibadah. “Intinya, setiap orang yang melanggar ketentuan Perda Nomor 6 Tahun 2008 ini, maka dapat diancam hukuman pidana kurungan dan pencabutan izin usahanya,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Zuprianto langsung menghubungi telepon seluler Kepala Bidang Pendapatan Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (PKAD) Basril Tanjung untuk memastikan kebenaran informasi pengusaha penangkar walet yang belum membayar reterbusinya kepada Pemko Sibolga.

Zufrianto mengaku merasa terkejut setelah mendengar kepastian informasi tentang pengusaha penangkar walet yang hingga saat ini yang belum membayar retrebusinya. Padahal sesuai janji para pengusaha di hadapan DPRD Sibolga, mereka menyatakan akan menyelesaikan paling lama pada 15 Maret lalu. Namun kenyataannya mereka telah mengingkari janji itu. “Dari awal saat pertemuan di DPRD yang lalu bersama para pengusaha pengangkar walet, saya sudah menegaskan bila memang Perda ini tidak dapat dipatuhi, lebih baik dikembalikan saja ke DPRD agar Perda ini dihapus,” katanya, seraya berjanji akan melaporkan hari itu juga kepada pimpinannya dan akan mempertanyakan langsung kepada Kepala Kantor Satpol PP Sibolga selaku penegak Perda kenapa tindakan tegas belum juga dilakukan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada METRO TAPANULI yang cukup besar memberikan kontibusinya dalam peliputan berita untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sibolga ini. Dan saya menilai dalam hal ini ada SKPD yang cukup lemah untuk menjalankan Perda ini. Makanya hal ini perlu dilaporkan ke Sekda,” katanya.

Seperti diberitakan, Pemko Sibolga bakal memberikan sanksi tegas terhadap 36 pengusaha walet yang membandel bayar retribusi HO atau izin gangguan hingga batas waktu ditentukan 15 Maret 2010.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (PKAD) Kota Sibolga Drs Soritua Hasibuan, melalui Kepala Bidang Pendapatan Basril Tanjung, kepada METRO di ruang kerjanya, Selasa (30/3). Dia mengatakan, terhadap pengusaha walet yang tidak memenuhi kewajibannya membawa retribusi HO hingga akhir Maret 2010 akan dikenai sanksi tegas.

Masih kata Basril Tanjung, dari 50 pemilik penangkar burung walet yang terdaftar di Pemko Sibolga, dan yang telah membangun kesepakatan dengan Pemko Sibolga di hadapan para anggota DPRD Sibolga pada Pebruari 2010 lalu, disebutkan bahwa pengurusan dan memperpanjang izin HO sekaligus membayar retribusi gangguan/HO paling lambat 15 Maret 2010.

Dikutip dari http://www.metrosiantar.com

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: