Stop Galian C di Aek Sirahar [Barus]

Jumat, 16 April 2010

BARUS-METRO; Puluhan warga yang bermukim di sekitar pingiran Aek Sirahar di Desa Aek Dakka, Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah (Tapteng) mengaku resah karena terancam akan kehilangan tempat tinggal. Mereka menuntut agar aktivitas galian C di sepanjang Aek Sirahar dihentikan.

Kosrin Simbolon (32), salah warga yang bermukim di sekitar sungai itu kepada METRO, Kamis (15/4), menyebutkan, pinggiran sungai sepanjang 2,5 Km saat ini telah habis terkikis air terutama setiap kali sungai tersebut banjir. Oleh sebab itu mereka berharap kepada Muspika Barus segera menertibkan aktivitas galian C di daerah tersebut sebelum tempat tinggal mereka benar-benar terseret arus sungai.

Masih kata Kosrin, terkikisnya pinggiran sungai Aek Sirahar tersebut disebabkan banyaknya warga yang mengambil pasir dan material bahan bangunan lainnya dari dasar sungai. Apalagi penggalian itu dilakukan tanpa memperhatikan dampak lingkungan.

Lanjut Kosrin, kekhawatirannya adalah ketika Aek Sirahar meluap maka akan berdampak buruk terhadap warga sekitar. “Saya sudah sering melarang mereka untuk tidak mengambil galian C di sekitar pinggiran sungai ini. Namun mereka tidak mengindahkannya, bahkan salah seorang warga mengaku telah memiliki izin untuk mengambil galian C di daerah ini dan terus melakukan aktivitasnya dengan mengandalkan bahwa dia telah berhak penuh untuk mengambil galian C di daerah ini. Memang kita tahu bahwa sumber kehidupan beberapa warga di Desa ini tergantung pada pengambilan galian C, tetapi janganlah mengambil dari pingiran sungai ini, kalau begini terus berapa lama lagi kami bisa bertahan tinggal di daerah ini? Kalau rumah kami nanti sudah hanyut terbawa arus Aek Sirahar ini, mau tinggal di mana kami nanti,” keluh Kosrin.

Lebih lanjut dikatakan Keplor III Desa Aek Dakka itu, pengambilan galian C di Desa Aek Dakka ini sudah berlangsung lama, bahkan sudah bertahun-tahun.

Salah seorang warga Drs Ramali Sigalingging mengaku mengambil galian C di daerah tersebut setelah memiliki izin. “Kalaupun ada warga yang telah memiliki izin untuk mengambil galian C di Desa Aek Dakka ini, seharusnya tetaplah memperhatikan keselamatan warga yang berada di sekitarnya. Kita tidak melarang mereka untuk mengambil galian C di sungai ini karena kita tahu bahwa galian C di Desa Aek Dakka ini adalah merupakan salah satu sumber kehidupan di daerah ini, tetapi janganlah mengambil dari pinggir sungai ini. Coba lihat sendiri, jarak antara sungai ini dengan perumahan penduduk hanya tinggal beberapa puluhan meter saja,” kata Simbolon didampingi ibunya sedih.

Dia menambahkan, beberapa bulan lalu Aek Sirahar ini banjir. Sedangkan pinggiran Aek Sirahar di Desa Aek Dakka sedikitnya puluhan meter telah terbawa arus. Akibatnya, sebagian air sungai masuk ke dalam rumahnya.

Sementara Camat Barus Sehat Munte SPd, saat dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan, hingga saat ini belum ada satupun warga yang memiliki izin pengambilan galian C di Desa Aek Dakka. Namun demikian, Camat mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan memanggil oknum yang selama ini mengaku telah memiliki izin pengambilan galian C di Desa Aek Dakka. “Besok, kita akan panggil langsung Drs Ramali Sigalingging yang mengaku telah memiliki izin pengambilan C di Desa tersebut, dan akan segera memerintahkan yang bersangkutan untuk menghentikan segera seluruh aktivitasnya untuk mengambil galian C di daerah tersebut, karena memang sangat berdampak kepada warga yang tinggal di sekitar Aek Sirahar ini,” ujar Sehat Munte.

 

http://metrosiantar.com/index2.php?option=com_content&task=view&id=33294&pop=1&page=0&Itemid=45

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: