Proyek Jalan Tapteng Aek Tolang – Aek Horsik 9 KM Berbiaya Rp 16 M Amblas di Tengah

April 22nd, 2010

Pandan, Tapteng (SIB) Proyek Jalan Aek Tolang menuju Aek Horsik, di Tapanuli Tengah (Tapteng) yang memiliki panjang 9, 7 Km, dengan biaya sekitar Rp 16 miliar, disinyalir hanya tinggal ‘angan-angan’, sebab meski sudah menelan biaya puluhan miliar rupiah, namun penggunaan proyek yang dimulai sejak 2006 itu belum mampu dilewati kendaraan roda empat. Bahkan, roda dua pun harus sangat ekstra hati-hati, karena selain badan jalan berbatu, medan juga sangat berat penuh tikungan dan mendaki. Kemudian, proyek yang menggunakan anggaran 2006 – 2009, APBD Pemkab Tapteng itu amblas di pertengahan jalan, persisnya di dakian lewat persimpangan Tukka. Pantauan wartawan di lokasi proyek, mulai dari Simpang Aek Tolang (Jl St Z Tampubolon) s/d Simpang Aek Tolang (Jl Walter Pohan), Rabu ( 21/4), badan jalan ada yang beraspal dan ada yang berbatu. Di sisi lain, badan jalan yang beraspal juga berlubang-lubang, sedang yang tidak beraspal penuh ‘onak dan duri’, di mana tumbuh berbagai jenis tumbuh-tumbuhan kecil berduri dan rumput menjalar. Bak, jalan “hantu” yang tidak pernah dilalui kendaraan.
Penelusuran yang dimulai dari Jl Aek Tolang (Jl St Z Tampubolon) pengaspalan dilakukan Dinas PU, tetapi diperkirakan panjangnya hanya 200 meter dan itupun sudah berlubang-lubang. Setelah itu, jalan kembali berbatu-batu. Kemudian jalan kembali beraspal, sekitar 500 meter, setelah itu berbatu-batu dan ditumbuhi ilalang berduri. Selanjutnya, jalan kembali beraspal, tetapi persisnya di daki-dakian, badan jalan hampir seluruhnya amblas ke bawah bersama gorong-gorong (parit) penahan jalan. Informasi yang dihimpun di lokasi, amblasnya badan jalan sudah terjadi satu bulan yang lalu. Hanya saja, tidak ada yang tahu persis, hari dan tanggal amblasnya.
Hingga kemudian, di penghujung jalan mendekati simpang Aek Horsik (Jl Walter Pohan) badan jalan kembali beraspal. Tetapi ditumbuhi ilalang . Hasil penelusuran SIB, proyek jalan yang beraspal itu diperkirakan mencapai panjang 4 Km.

Sumber SIB di Dinas PU Pemkab Tapteng, yang tidak mau disebutkan namanya, memperkirakan proyek jalan itu sudah menelan biaya sekitar Rp 20 miliar lebih, dengan pemakaian anggaran tahun 2006 s/d 2009 dari APBD Pemkab Tapteng. Hanya saja yang dia tahu persis, penggunaan anggaran di proyek itu hanya tahun 2007 s/d 2009 yang mencapai Rp 16 miliar.
Menurut Sumber, proyek itu memiliki panjang 9,746 Km x 7 meter ; Eff 3,00 Km x 7 meter. Pada T.A 2007 PAPBD Pemkab Tapteng, dengan uraian pekerjaan peningkatan jalan Jurusan Aek Tolang – Aek Horsik kecamatan Tukka, diserap anggaran Rp 7.812.220.000. Kemudian pada T.A. 2008, dengan uraian pekerjaan peningkatan jalan jurusan Aek Tolang – Aek Horsik dengan Hotmix, Rp 7.019.994.564. Selanjutnya tahun anggaran 2009, dengan uraian pekerjaan peningkatan jalan jurusan Aek Tolang-Aek Horsik, Hotmix, Rp 2 miliar.
Soal kenapa badan jalan itu ada yang diaspal ada yang tidak, bahkan sangat rusak dan tidak layak pakai, sumber tidak mengetahuinya.

 

http://hariansib.com/?p=120144

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: