Panwas [Sibolga] Harus Rekomendasikan Pemilukada Ulang

Jumat, 14 Mei 2010

SIBOLGA-METRO; LSM Peduli Bangsa Sibolga Tapteng sebagai salah satu LSM resmi pemantau Pemilukada Kota Sibolga mengaku banyak menemukan indikasi kecurangan yang terjadi selama tahapan Pemilukada Sibolga, baik sebelum maupun disaat proses pemilihan berlangsung.

Demikian disampaikan Ketua DPC LSM Peduli Bangsa Sibolga Tapteng, Parulian Lumban Tobing atau biasa dipanggil Pluto saat dikonfirmasi METRO di sekretariatnya, Jalan Ketapang Gang Senggol Kelurahan Sibolga Ilir, Kamis (13/5).

Menurut Pluto, dari hasil pantauan LSM Peduli Bangsa yang dipimpinnya, terdapat puluhan pelanggaran yang dilakukan oleh para calon Wali Kota Sibolga. Namun dari sekian banyak data pelanggaran tersebut, hampir 99 persen adalah pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

“Kemudian keikut sertaan Wali Kota sebagai pejabat negara dalam kampanye mereka, keikut sertaan oknum Lurah dan Camat bersama para PNS dalam sosialisasi, penggalangan maupun menghadiri kampanye, pembagian beras berlogo dan gambar pasangan mereka, penggelembungan DPT dan lain sebagainya, itu sebelum masa pemilihan berlangsung,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, selama pelaksanaan pemilihan tanggal 12 Mei 2010 kemarin, LSM-nya juga menemukan berbagai bentuk kecurangan yang lain, di antaranya Jumlah Surat Suara yang lebih banyak dari DPT yang ada di Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara, serta banyaknya pemilih yang memilih dengan menggunakan Kartu Pemilih dan Surat Suara atas nama orang lain.

“Misalnya saja di TPS I Angin Nauli, DPT hanya 319 pemilih, sementara Jumlah Surat Suara yang ada sebanyak 327 ditambah cadangan 8. Artinya Surat Suara berlebih 8.

Usai pemilihan, Surat Suara berlebih 55. Demikian juga di TPS III, Jumlah DPT 354, sementara Jumlah Surat Suara 355 atau lebih 1, seusai pemilihan sisa surat suara 95 dan Surat Suara cadangan tetap. Pertanyaannya, kenapa Jumlah Surat Suara bisa lebih banyak dari jumlah DPT, apakah ini tidak merupakan salah satu modus penggelembungan suara? Ini jelas merupakan permainan KPPS yang sudah dikondisikan oleh pihak-pihak tertentu,” tegasnya.

Pluto juga menerangkan bahwa pihaknya juga menemukan salah seorang anak remaja bernama Rudi, mengikuti pemilihan dengan menggunakan Kartu Pemilih orang lain atas nama David Hutabarat di TPS V Kelurahan Pancuran Dewa. Namun disayangkan, aksi ini diketahui setelah Rudi sudah sempat mencoblos dan memasukkan surat suara ke kotak suara.

“LSM Peduli Bangsa meminta kepada KPU dan Panwaslukada bersikap bijaksana dalam menyikapi berbagai temuan ini. Semua temuan ini didukung dengan bukti-bukti autentik, baik berupa data dokumen maupun foto-foto. Jika melihat banyaknya data dan bukti ini, sudah selayaknyalah KPU dan Panwaslukada Kota Sibolga untuk merekomendasikan Pemilukada ulang demi tegaknya demokrasi yang adil dan jujur di Kota Sibolga. Kalau memang KPU dan Panwaslukada tidak netral, jelas mereka telah melangggar UU dan Peraturan tentang KPU dan Panwaslu, kita akan menyurati lembaga berwenang untuk menindak mereka,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Panwaslukada Kota Sibolga, Sofyan Ashauri Nasution SE yang coba ditemui di kantornya terkait hal ini, tidak berada di tempat.

 

http://metrosiantar.com/index2.php?option=com_content&task=view&id=34862&pop=1&page=0&Itemid=49

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: