Pasar Manduamas Perlu Pembenahan

Selasa, 1 Juni 2010

MANDUAMAS (EKSPOSnews): Sejumlah kalangan menilai Pasar Tradisional (Onan) Manduamas, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumut perlu mendapatkan pembenahan karena kondisinya sangat memprihatinan.

Teveria Siregar, 26, warga Manduamas mengakui pasar tradisional satu-satunya di kecamatan itu sangat jorok, semrawut, dan kurang tertata, sehingga kesan kumuh sangat kental.

 

Menurut dia, jika hari pekan (onan) sampah bertebaran dan menumpuk di tengah pasar, sehingga pasar tradisioal Manduamas ini  penuh sampah dan menimbulkan bau tidak sedap.

 

Sampah yang menumpuk di pasar tersebut dibiarkan menumpuk. Masyarakat berharap pengelolaan pasar bisa lebih baik dengan membersihkan sampah. Kan sudah ada retribusi pasar yang dipungut pemerintah daerah. Kemana dana tersebut dibuat, ujarnya.

 

Hal senada juga di ungkapkan warga TR. Sihotang, 34. Dia  sangat kecewa melihat kondisi Pasar Tradisional (Pasar Onan Manduamas) yang semakin lama semakin buruk dan kotor sembari berharap ada perbaikan pengelolaan pasar tersebut.

 

Warga berharap agar pengelola Pasar Tradisional Manduamas bisa bekerja sama dengan aparat kelurahan dan kecamatan agar menyempatkan diri memberikan penyuluhan sehingga para pedagang dan pengunjung bisa menjaga kebersihan di sekitar area pasar.

 

Jangan dibiarkan pasar tempat cari makan masyarakat Manduamas itu sebagai tong sampah. Pengelola pasar tradisional harus bekerja professional dan mementingkan kebersihan dan keindahan, tutur masyarakat.

 

http://eksposnews.com/view/14/13519/Pasar-Manduamas-Perlu-Pembenahan.html

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • MEYER TULUS NAINGGOLAN  On Selasa, 8 Juni, 2010 at 10:52 AM

    Saya kira kita harus kaji kembali asal mulanya berdirinya Pasar Manduamas (onan), pada umumnya pasar tradisional dapat tertata rapi jika para pedagang dan pembeli dapat menjaga dan mengubah gaya berbelanja mereka dengan tidak membuang sampah sembarangan atau bersama-sama merapikan tempat jualan mereka saya kira tidak ada masalah. Jadi sumuanya itu lahir dari mereka sendiri yang beraktifitas di dalam pasar.
    Seperti contoh pasar Andam Dewi yang baru berdiri seumur jagung, tetapi kebersamaan mereka membuat pasar itu nyaman untuk di kunjungi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: