Kapolres Ingin Pindah ke Tapteng

Selasa, 29 Juni 2010

TAPTENG-METRO; Kapolres AKBP Dicky Patrianegara SH SIk MSi menyampaikan niatnya di hadapan sejumlah wartawan ingin pindah kantor ke Tapanuli Tengah (Tapteng). Kapolres Tapteng itu bilang sudah menyurati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng agar menyediakan lahan untuk lokasi Mapolres Tapteng yang baru.

Keinginan AKBP Dicky Patrianegara itu terungkap dalam acara coffee morning bersama sejumlah wartawan di aula Mapolres Tapteng Kota Sibolga, Senin (28/6). Saat itu, Kapolres bertanya kepada sejumlah wartawan yang hadir. Di manakah lebih efisien pelayanan Polres Tapteng, jika kantornya berada di Tapteng atau di Sibolga? Lalu, oleh wartawan dijawab jauh lebih efisien jika berkantor di Tapteng.

“Nah hal itu jugalah yang saya rasakan, karena begitu saya keluar kantor yang saya temui adalah masyarakat Sibolga. Sementara, saya adalah Kapolres Tapteng. Hal inilah salah satu kendala bagi kami di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan saya sudah menyurati pihak Pemkab Tapteng agar menyediakan lahan untuk pendirian Polres Tapteng,” beber Kapolres.

Menurut dia, pelayanan Polres Tapteng akan jauh lebih efesien jika polresnya berada di wilayah Tapteng. Sementara sampai saat ini Polres Tapteng masih berada di Kota Sibolga, sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Tapteng dinilai kurang maksimal.

Pada pertemuan itu, Kapolres juga turut memaparkan keberadaan, kelengkapan dan kesiapan Polres Tapteng, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, seperti mottonya, Masyarakat Pelanggan, Polisi Pelayan. Ia menyebutkan, Polres Tapteng saat ini memiliki 7 Polsek yang masing-masing polsek memiliki minimal 20 anggota, ditambah dua petugas lantas.

Kapolres juga menyampaikan dukungan anggaran untuk Polres Tapteng per tahunnya adalah sebesar Rp20 miliar, dengan rincian Rp17 milyar untuk membayar gaji, sisanya untuk biaya operasional di Polres hingga ke Polsek. “Jika dilihat dari dukungan anggaran yang tersedia sangat minim, jika dibandingkan biaya operasional. Namun sudah menjadi tugas kita untuk tetap memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kapolres juga meminta saran dan masukan dari insan pers dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan masyarakat. “Saya sangat berterimakasih jika teman-teman wartawan bersedia memberikan informasi kepada saya, dan termasuk memberikan informasi tentang keterlibatan anggota saya di tengah-tengah masyarakat. Karena sudah pasti laporan anggota kepada saya yang baik-baik saja, namun kenyataan di lapangan mungkin ada saja yang berbeda,” ujar Dicky, seraya mengatakan bahwa dalam penegakan hukum tidak bisa dibeda-bedakan.

Untuk itulah, sambung Dicky, dirinya selaku Kapolres Tapanuli Tengah mengharapkan masukan dan saran dari wartawan sebagai mitra kerja pihak kepolisian, karena tidak saatnya lagi polisi tertutup melainkan harus terbuka dan transparan kepada masyarakat. “Kalau ada informasi kejahatan atau peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat, bahkan diindikasikan melibatkan anggota saya. Silahkan berikan informasi, agar saya dapat memberi tindakan atau sanksi,” tandasnya dan disambut tepuk tangan wartawan yang hadir.

Tak hanya itu, Dicky juga meminta wartawan agar menggelar seminar tentang UU Pers. Ia menilai, di dalam melaksanakan UU pers tersebut sering wartawan dan media salah menafsirkan. “Untuk itu, saya bersedia membantu jika teman-teman wartawan mau mengadakan seminar tersebut dengan mengundang Dewan Pers dan tokoh-tokoh pers, sehingga wawasan kita tentang pers itu semakin berkembang,” ujarnya.

Sebagai respon atas tawaran Kapolres, para wartawan dari berbagai media itupun saling berlomba untuk memberikan informasi termasuk masalah-masalah di lapangan dalam melaksanakan peliputan. “Kita cukup bangga dengan apresiasi yang diberikan pak Kapolres, beliau memberikan kesempatan kepada kita untuk berinteraksi langsung. Kami berharap keterbukaan Kapolres ini tidak sementara waktu, melainkan seterusnya. Sehingga kita mudah mengakses informasi dari Polres ini,” kata Jhonny Simatupang, salah seorang wartawan terbitan Medan yang diamini wartawan lainnya.

Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_TAPANULI/Kapolres_Ingin_Pindah_ke_Tapteng

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: