Aksi Pemblokiran Jalan ke PLTU Labuhan Angin Ricuh

Sabtu, 17 Juli 2010

12 Satpol PP Babak-belur

TAPTENG-METRO; Tuntutan massa yang meminta biaya ganti rugi tanah dengan cara memblokir jalan menuju PLTU Labuhan Angin, Jumat (16/7) sekira pukul 16.00 WIB, berakhir rusuh. Massa bentrok dengan Satpol PP yang bertugas di lokasi. Akibatnya, 12 anggota Satpol PP harus dilarikan ke RSUD Pandan untuk mendapatkan pertolongan, setelah babak-belur dihajar massa.

Pengakuan anggota Satpol PP saat dikonfirmasi METRO di RSUD Pandan, massa yang mengatasnamakan Forum Pembela Tanah Rakyat (FPTR) kembali memblokir jalan menuju lokasi PLTU Labuhan Angin.

Melihat aksi pemblokiran itu, Satpol PP pun mengimbau masyarakat agar jangan memblokirnya. Namun masyarakat justru beringas dan langsung menyerang Satpol PP dengan menggunakan parang, bambu runcing, benda tajam, batu, kayu, dan benda-benda tajam lainnya. Akibatnya 12 Satpol PP mengalami luka-luka setelah dipukuli massa dengan tangan dan kayu, dan harus dilarikan ke RSUD Pandan.

“Kami benar-benar tersudut dan dihajar habis-habisan oleh warga dengan membabibuta. Karena kami diperintahkan pimpinan tidak boleh menyerang masyarakat, kami hanya bisa bertahan. Saat itu kami benar-benar terkepung, karena massa sangat beringas dan datang dari berbagai arah,” kata seorang personel Satpol PP yang terluka, yakni Panca Putra. Adapun personel Satpol PP yang juga terluka yakni Joy David, Agus Pruwadi, Jos Bush, dan James Abraham.

Sementara itu, Koordinator Forum Pembela Tanah Rakyat (FPTR), Edianto Simatupang, mengatakan, aksi ini terjadi di saat anggota Satpol PP Tapteng mencoba menghalau dan memaksa mundur masyarakat, yang sedang mendirikan kayu-kayu untuk menutup jalan.

“Kejadian ini karena Satpol PP Tapteng berusaha menerobos dan menghalau warga agar tidak melakukan pemblokiran jalan menuju PLTU Labuan Angin. Sehingga warga menjadi marah dan melakukan perlawanan kepada Satpol PP yang sudah bertindak arogan,” tukasnya.

Lebih jauh dikatakannya, alasan warga untuk memblokir jalan yang dibangun di atas tanah milik rakyat tersebut, karena warga merasa kecewa dengan sikap Pemkab Tapteng yang terkesan mengulur-ulur waktu mencari penyelesaian masalah tanah milik rakyat, yang diserobot dengan dalih pembangunan. “Sesuai kesepakatan kemarin, kita akan dipertemukan dengan pihak PLN, Pemkab Tapteng dan instansi terkait lainnya di kantor Bupati Tapteng. Namun pertemuan itu tidak jadi, dengan alasan pesawat yang membawa pihak PLN tidak bisa mendarat karena cuaca buruk, sehingga pesawat harus kembali ke Medan,” tukasnya.

Meskipun demikian, lanjutnya, warga tetap bersabar dengan alasan tersebut, meskipun warga sudah mencurigai ini hanyalah akal-akalan pihak Pemkab Tapteng.

“Bahkan pihak PLTU Labuan Angin sempat menghubungi pihak Pemkab Tapteng, baik bupati maupun Sekda. Namun jawaban yang diterima mengatakan bahwa pejabat Pemkab Tapteng tersebut tidak berada di tempat,” ujarnya. Ia juga mengatakan, pihak Pemkab mengusulkan agar pertemuan tersebut diundur mejadi hari Senin (19/7).

Melihat kondisi demikian, kata Edianto, warga merasa sepertinya pihak Pemkab Tapteng ingin mempermainkan masyarakat pemilik tanah. Sehingga sekira pukul 17.30 WIB, warga pun mencoba memblokir kembali jalan yang dibuat di atas tanah milik warga. “Kemarin kita juga sudah sampaikan, apabila pertemuan ini gagal atau tidak memiliki hasil, maka warga siap memblokir kembali jalan tersebut. Karena jalan itu memang milik rakyat yang diserobot tanpa diberikan ganti rugi,” ungkapnya.

 Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_TAPANULI/Aksi_Pemblokiran_Jalan_ke_PLTU_Labuhan_Angin_Ricuh

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: