Massa Kombat Demo Kejari, Tangkap Bupati Tapteng Drs Tuani Lumbantobing

Juli 27th, 2010• Sudah 7 Tahun Dugaan Korupsi di Pemkab Tapteng Senilai Rp 45 M Tidak Jelas
* Kejari Dinilai Tidak Punya Nyali

Sibolga (SIB)

Tangkap Bupati Tapteng Drs Tuani Lumbantobing biang koruptor di Pemkab Tapteng. Demikian teriakan aksi massa yang tergabung dalam Kombat (Komite Masyarakat Bawah Tanah) saat menggelar aksi demo ke kantor Kejari di Jalan Sutomo Sibolga, Senin (26/7).
Massa mendesak Kajari Sibolga agar bernyali untuk menangkap orang nomor satu di lingkungan Pemkab Tapteng tersebut karena dalam kepemimpinan Tuani Tobing banyak ditemukan dugaan tindak korupsi bahkan sudah diadukan ke Kejari Sibolga namun penanganan kasus-kasus dugaan korupsi tersebut hingga saat ini belum ada kejelasan. “Berhenti saja jadi Kajari kalau tidak punya nyali karena negara malu mengakui anda sebagai putera pertiwi tapi menggadaikan kedaulatan hukum dan demokrasi bagi tirani,” teriak orator aksi Deddy Sutomo bersama rekannya yang lain Abdul Rahman Sibuea, Zulkarnaen Lubis, Hermansyah, Eko Syaputra dan Benny Apri.

Dugaan korupsi yang diadukan ke Kejari Sibolga terjadi dalam TA 2003 namun hingga saat ini belum juga jelas penanganannya.

Berikut daftar dugaan korupsi yang dibeberkan Kombat dengan total nilai Rp 45. 803.699.000 meliputi:

–          biaya fiktif Humasy Pemkab Tapteng Rp 1.862.700.100,

–          penerimaan retribusi RSU Pandan 2003-2005 Rp 1.418.224.100,

–          biaya fiktif pematangan lahan Pemkab Rp 1.576.975.000,

–          mark-up pengadaan tanah Polres Tapteng 2005 Rp 460.000.000,

–          mark-up tanah Asrama Haji Pinangsori Rp 600.000.000,

–         mark-up pematangan lahan Asrama Haji Pinangsori Rp 1.911.000.000,

–         proyek pembangunan sarana air minum di Sibabangun Rp 1.606.000.000,

–          proyek jalan Sibuluan III – Tano Ponggol – Asrama TNI Sarudik Rp 327.000.000,

–          proyek jalan Sibabangun – Pulo Pakkat Rp 990.000.000,

–         pemeliharaan berkala jalan Garingging – Simarlelan 2007 Rp 904.400.000,

–          pengadaan 19 unit mobil Kijang Innova 2005 Rp 335.500.000,

–          pemotongan dana BOS Kacabdis Barus Rp 521.300.000,

–          pemasangan instalasi air bersih di Kolang 2008 Dinas PU Tapteng Rp 2.500.000.000,

–         pengadaan mobilier terminal baru 2008 Dishub Tapteng Rp 600.000.000,

–         pengadaan paket mobilier anggaran PDB 2009 Diknas Tapteng Rp 5.200.000.000 dan

–         Bantuan DAK rehab fisik sekolah 2008 Diknas Tapteng Rp 25.000.000.000.

Ternyata ada yang spektakuler membuat rakyat sekarat seperti kasus ruislag SMAN- 1 Barus, Pembuatan Patung Anugerah, Proyek Jalan Rampa – Poriaha dan ganti rugi tanah rakyat di Poriaha – PLTU.

Kekasih Pujaan Hati jadi Bupati

Massa bertanya, ada apa dengan Tapteng??? Bupati Tuani Tobing seolah menjadi raja kecil tanpa mahkota dengan jargon Tapanuli Growth yang ternyata menjadi ladang subur Corruption Growth. Menu korupsi yang bervariasi tapi tak tersentuh oleh Kajari dari hari ke hari, hingga Kajari terus berganti pulang pergi, teriak orator. Masih menurut massa, menjelang Pilkada Tapteng ini Tuani dituding membutuhkan dana besar untuk mendudukkan kekasih pujaan hati jadi Bupati.

Menanggapi aksi tersebut, Kasi Pidum Kejari Sibolga Nazar Harahap SH dan Kasi Intel Kejari Sibolga M Zafli SH saat menerima perwakilan massa berjanji, akan meneruskan tuntutan demonstran ke Kajari Sibolga. “Terima kasih atas kunjungan saudara-saudara, semua tuntutan aksi akan kami teruskan ke pimpinan kami,” kata Kasi Pidum.

Dukun Ikut Demo

Pantauan wartawan, aksi demo yang digelar Kombat terdiri dari Komando (Komite Mahasiswa Nasionalisme Demokrat) Sibolga – Tapteng, FPLM (Forum Pemuda Lampu Merah) Tapteng, Basi’ar (Badan Strategi Informasi Amanat Rakyat) Sibolga – Tapteng dan FGMPSS (Forum Generasi Muda Pembangunan Sahata Saoloan) Tapteng terlihat mendapat perhatian khusus para pengguna jalan dan warga sekitar karena para demonstran selain membawa poster dan selebaran juga membawa seorang dukun ikut demo. Dukun yang konon berasal dari perbatasan Aceh itu di sela-sela aksi menggelar ritual “pengusiran setan” diawali dengan membakar rokok dan kemenyan, dukun tersebut selanjutnya mengucapkan mantra dengan mulut komat-kamit.
Tidak berapa lama kemudian dukun itu, tersentak lalu meminum air putih dan menyemburkannya ke depan gerbang kantor Kejari Sibolga selanjutnya mengambil bunga dan menaburkannya ke sekitar pintu gerbang kantor Kejari Sibolga. “Hantu-hantu dan setan yang bergentayangan di kantor Kejari Sibolga enyahlah kau, biarkan Kejari melakukan tugasnya untuk memberantas korupsi di Pemkab Tapteng,” cetus dukun. Uniknya usai menggelar ritual menjawab wartawan, dukun itu mengatakan semua hantu dan setan sudah pergi tapi ada satu lagi setan yang belum mau pergi sayangnya setan itu tidak kelihatan.

 http://hariansib.com/?p=132242

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: