Pengakuan Elijama, Korban Calo PNS Rp212 Juta

Kamis, 29 Juli 2010

Bastianus Dalangnya

TAPTENG-METRO; Elijama Mendrofa (57), korban calo PNS yang kehilangan uang hingga Rp212 juta mengaku bahwa Bastianus adalah dalangnya. Wanita yang berasal dari Desa Gunung Payung, Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah itu, ingin Bastianus juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Karena sejak awal, kami hanya berhubungan dengan Bastianus Laoly terkait pengurusan kedua anak saya yang dikatakan bisa diurusnya menjadi CPNS,” kata Elijama Mendrofa, usai mengikuti persidangan kasus penipuan yang dialaminya, Selasa (27/7), di Pengadilan Negeri (PN) Sibolga.

Menurut Elijama, dirinya berkeyakinan kalau Bastianus ikut terlibat dalam kasus penipuan tersebut, sebab Bastianus-lah yang menjadi perantara Elijama dengan Nur Hasamina Hulu yang sudah dijadikan tersangka, karena antara korban dengan tersangka sebelumnya tidak saling kenal. “Saya sangat yakin, Bastianus adalah dalang atau pelaku utama yang menyebabkan saya harus kehilangan uang sebesar Rp212 juta. Saya ingin Bastianus juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, karena dialah dalang utamanya. Bahkan, saya tidak mengenal siapa Nur Hasamina yang dimaksud oleh Bastianus sebelum ditangkap oleh pihak kepolisian,” tukasnya lagi.

Masih menurut Elijama, saat ditanyakan tentang uang yang diserahkannya tersebut, Bastianus mengakui kalau uang tersebut sudah diterimanya. Namun saat itu, Bastianus mengatakan, uang tersebut sudah dikirimkannya kepada Nur Hasamina. “Dia mengaku di depan saya kalau uang tersebut sudah diterimanya dari saya, namun dikatakannya uang itu sudah dikirimkannya kepada Nur Hasamina orang yang disebut-sebutnya bisa memasukkan kedua anak saya menjadi CPNS lewat penyisipan,” tuturnya.

“Bahkan saat itu, Bastianus berpura-pura marah seakan-akan bahwa dirinya sudah ditipu oleh Nur Hasamina dengan mengatakan biar saya cari itu si Nur Hasamina,” ujarnya, mengutip perkataan Bastianus saat itu.

Namun yang pasti, kata dia, dirinya tidak mengenal Nur Hasamina, karena yang berurusan dengan dirinya adalah Bastian Laoly. Dikatakan dia lagi, saat dirinya mencoba menemui Nur Hasamina di Mapolsek Sibabangun, ada pengakuan dari Nur Hasamina Hulu bahwa Bastianuslah yang memaksa dirinya untuk memberikan nomor rekeningnya kepada Bastianus. “Waktu itu, Nur pernah saya tanya terkait soal itu. Namun, Nur mengaku bahwa Bastianus memaksa dirinya untuk memberikan nomor rekeningnya kepada Bastianus,” bebernya.

Sebelumnya, dalam persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa dan keterangan saksi, tersangka Nur Hasamina yang merupakan warga Medan tersebut mengaku bahwa dirinya juga ikut menjadi salah satu korban dalam kasus penyisipan CPNS tersebut. Bahkan dirinya sangat berharap agar pihak berwajib menangkap kedua temannya di Medan, yakni Megawati Simamora, warga Jalan Menteng Medan dan seorang perempuan lainnya Boru Nasution yang juga warga Medan, karena terlibat dalam kasus tersebut. “Saya mengaku bersalah karena sudah memperkenalkan korban dengan kedua teman saya di Medan yang mengaku bisa memasukkan mereka (anak korban) dan juga saudara saya menjadi CPNS. Saya juga mengaku telah menerima dana ratusan juta tersebut melalui rekening saya untuk disetorkan kepada Megawati Simamora,” ujarnya sembari menangis.

Menurut dia, kejadian itu berawal dari adanya informasi yang menyebutkan bahwa Megawati Simamora bisa memasukkan saudaranya menjadi CPNS lewat penyisipan, karena memiliki koneksi orang dalam di kantor Gubernur Sumatera Utara. Sehingga dirinya juga menawarkan hal itu kepada Bastianus yang masih memiliki hubungan keluarga dengan suaminya. “Namun Bastianus juga menawarkan hal itu kepada korban yang kebetulan tertarik untuk memasukan kedua anaknya menjadi CPNS. Sampai akhirnya, upaya penyisipan menjadi CPNS ini ternyata tidak bisa dilakukan oleh kedua teman saya yang di Medan,” katanya sembari menangis.

Untuk pembacaan nota tuntutan, Majelis Hakim yang diketuai Jarasmen Purba SH dengan Hakim Anggota Lifiana Tanjung SH dan J Ronal Napitupulu SH memutuskan untuk menunda sidang sampai pada hari Selasa (3/8), mendatang. Hadir dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maulita Sari SH serta Pengacara terdakwa Yusniar Siahaan SH, dan puluhan pengunjung sidang lainnya.

Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_TAPANULI/Pengakuan_Elijama_Korban_Calo_PNS_Rp212_Juta

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • Timson Manullang, S.Pd., M.Hum.  On Senin, 18 Oktober, 2010 at 12:56 PM

    Inilah akibatnya kalau seorang sarjana tidak intelek, bermental korup dan maunya enak tanpa mau bermain fair dan adil. Kog bisa-bisanya Anda mengeluarkan uang sebanyak itu untuk diangkat menjadi PNS. Berarti, seandainya Anda lulus jadi PNS, maka bisa dipastikan bahwa Anda akan menjadi PNS yang korup. Perilaku semacam ini harus dibasmi. Seharusnya Anda malu dengan “attitude” kotor semacam ini. Dengan turut terlibat dalam perilaku korup semacam ini, Anda telah turut serta menyuburkan kosupsi di Indonesia. Memalukan! Menjijikkan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: