Banyak Balon Bupati Pertanda Demokrasi

Kamis, 05 Agustus 2010

TAPTENG-METRO; Mencuatnya nama-nama bakal calon (balon) bupati Tapteng ke permukaan, ternyata direspons positif banyak kalangan. Salah satunya diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Misi Pemberantasan Korupsi (DPP MPK), Prins Walles Tambunan, Rabu (4/8) di Pandan.

Menurutnya, semakin banyak muncul balon bupati, hal itu menunjukkan bahwa telah muncul demokrasi yang sehat dan hidup di Tapteng. Apakah balon bupati tersebut berangkat dari jalur independen maupun yang diusung oleh partai politik. “Fenomena ini menunjukkan masyarakat mulai melihat figur-figur pemimpin rakyat mendatang. Dengan harapan, potensi kepemimpinan mereka bisa membawa perubahan,” ujarnya.

Sejauh ini, katanya, masyarakat Tapteng tidak mempersoalkan munculnya nama-nama balon bupati tersebut. Bahkan, sebagai orang yang selalu turun ke bawah untuk mencari informasi, sebagian nama-nama itu memang banyak disebut oleh masyarakat. “Menurut kami, masyarakat tidak mempersoalkan apakah yang maju itu keluarga incumbent maupun calon yang baru. Terpenting, masyarakat bisa me milih secara jernih pemimpin yang baik demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Tapteng,” ujarnya.

Yang perlu ditegaskan, kata dia, jangan sampai peran tim sukses justru menjadi ganjalan bagi calon bupati terpilih dalam menjalankan roda pemerintahan. “Terkadang masih ada tim sukses yang menempel kepada bupati saat terpilih,” ujarnya seraya mengimbau rakyat harus benar-benar cermat dalam memilih figur bupati ke depan.

Misalnya, bagaimana komitmen pemimpin bisa menjaga moralitas melalui penegakan kebijakan yang berpihak. “Sebab, rakyat kita butuh pemimpin yang berani memberantas korupsi, bukan sekadar menyajikan perkembangan pendidikan dan teknologi saja,” ujarnya seraya menambahkan dinamika munculnya para kandidat itu akan lebih menyegarkan ingatan warga untuk mencari pemimpin yang lebih baik, sehingga, mulai sekarang, persaingan itu bisa dikontrol masyarakat sendiri.

Terkait munculnya beberapa nama pejabat di Tapteng maupun dari luar Tapteng yang juga bakal maju, kata Walles, itu sah-sah saja dilakukan. Apalagi, dirinya juga mendengar ada desakan dari masyarakat agar mereka ikut meramaikan bursa pemilihan bupati Tapteng 2011 nanti. “Yang bersangkutan tidak masalah mengatakan maju atau tidak maju. Tapi kalau masyarakat terus mendorong-dorong, juga tidak bisa disalahkan. Karena masyarakat juga berhak memilih,” katanya.

Agar demokrasi itu berjalan dan tercipta dengan baik, sambung Walles, KPUD Tapteng dan jajarannya harus mampu bekerja secara independen. Karena pemilukada tahun 2005 mengingatkan masyarakat Tapteng dimana KPUD tidak mampu menunjukkan independensinya kepada masyarakat. Di samping itu, lanjutnya, PNS dan seluruh pegawai di Pemkab Tapteng tidak terdorong atau terpengaruh untuk memihak kepada salah satu bakal calon yang akan maju. “Hal ini penting, bahwa KPUD harus bersikap netral dan PNS maupun pegawai di lingkungan Pemkab Tapteng juga harus bersikap netral,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, meski pemilihan bupati dan wakil bupati (pilbup) masih berlangsung tahun 2011 mendatang, sudah banyak bakal calon bupati yang bermunculan dan memperkenalkan diri kepada warga Tapteng dengan berbagai cara. Dimungkinkan, bakal calon (balon) bupati yang maju tak hanya lewat pintu partai politik (parpol), tetapi juga berasal dari jalur independen.

Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_TAPANULI/Banyak_Balon_Bupati_Pertanda_Demokrasi_

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: