Direkomendasi DPP PDI Perjuangan, Bonaran Situmeang Bertekad Jadi Pelindung dan Pembela Masyarakat Tapanuli Tengah

November 12th, 2010

Medan (SIB)

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan merekomendasi Bonaran Situmeang menjadi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) 2010 – 2015. Rekomendasi itu memastikan Bonaran Situmeang maju sebagai kandidat.  Satu partai lagi akan diumumkan oleh partai yang bersangkutan. Kemungkinan, Partai Golkar (PG) memberi rekomendasi yang dibuktikan sinyal Ketua Dewan Penasihat PG Ir Akbar Tanjung mendukung sepenuhnya langkah Bonaran Situmeang. Kamis, (11/11), setelah menjabarkan visi misi rencana membangun wilayah yang berada berhadapan dengan Samudera India tersebut, Bonaran Situmeang beroleh rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan yang diserahkan Wakil Ketua PDI Perjuangan Sumut Budiman Nadapdap SE, Sekretaris PDI Perjuangan Sumut Hakim Muhammad Affan, wakil sekretaris dan cendikiawan Soetarto A serta fungsionaris PDI Perjuangan Tapanuli Tengah di Sekretariat PDI Perjuangan Sumut Jl. Hayam Wuruk Medan.

Di pertemuan tertutup itu, Budiman Nadapdap memastikan, saat mendaftar di KPU Tapteng, Bonaran Situmeang dipastikan membawa rekomendasi dari ketua dan sekretaris PDI Perjuangan Tapteng. PDI Perjuangan melihat, rekomendasi yang diberikan untuk Bonaran Situmeang sangat tepat. “Bila tidak untuk Bonaran Situmeang, mungkin PDI Perjuangan diam saja, tidak terlibat aktif di Pemilukada Tapteng” tandasnya. Usai pertemuan dan penjabaran visi misi, didampingi penyair peraih Piala Vidya FFI Anthoni Antra Pardosi, Bonaran Situmeang mengatakan bersedia menjadi pimpinan di Tapteng tak lain karena panggilan nurani. “Dari kacamata hukum sebagaimana bidang saya, banyak sekali pembiaran-pembiaran yang dari hulu hingga muara, mencederai hukum yang berakibat penderitaan panjang bagi rakyat,” tandasnya sambil mengatakan maju ke Pemilukada Tapteng dikarenakan niat suci ingin menjadi pelindung dan pembela masyarakat Tapteng. “Pelindung dan pembela artinya tak ada jarak antara pimpinan dan rakyat,” tandasnya.

Pengacara kelahiran Desa Gonting Mahe Kecamatan Sorkam, 7 Desember 1962 itu mengatakan, dukungan formal PDI Perjuangan – PG sebagai perahu mengantarkan ke Pemilukada Tapteng semangkin menyemangatinya setelah sebelumnya elemen warga Tapteng, baik yang di rantau maupun yang berada di daerah kelahirannya, memberi dukungan moral dan materil yang bukan berarti uang. “Saya sudah lama diminta tapi kali inilah jalan menjawab keterpanggilan hati saya. Keinginan mereka, keluarga besar masyarakat Tapteng, saya dapat membantu menghadapi dan menyelesaikan masalah hukum yang kini banyak membelit masyarakat,” tandas Bonaran Situmeang yang alumni FH USU Medan dan magister hukum UGM. Bonaran Situmeang menunjuk kasus hukum yang menjerat masyarakat, seperti penyerobotan tanah adat, tanah rakyat bertameng demi pembangunan yang padahal demi kepentingan investor dan penguasa. Penyerobotan tanah rakyat bertameng demi kepentingan umum tapi pemerintah kabupaten tidak melakukan pembebasan secara bermartabat sesuai hukum. Belum lagi persoalan tentang batasan hutan register yang menjadikan rumah rakyat masuk lokasi hutan lindung. “Kasus-kasus itu memosisikan rakyat terampas hak-hak hakikinya. Itu sama dengan mengeksploitasi rakyat,” tandasnya.

Bonaran Situmeang berkonsep. Bila membangun Tapteng mengadopsi asas transparansi, melibatkan masyarakat hingga warga memiliki kepercayaan diri yang tinggi serta bangga menjadi warga Tapteng. “Kalau asas keterbukaan, rakyat kan bisa mengikuti penggunaan dana dan alokasinya. Saya pun jadi diingatkan untuk tetap berjalan di relnya,” tandas Bonaran Situmeang yang sudah memetakan prioritas pembangunan lima tahun ke depan. “Prioritas utama, jika nanti saya dipercaya masyarakat, tidak ada lagi proyek mercu suar,” tandasnya.

Menurutnya, yang terutama pembangunan Tapteng adalah infrastruktur, irigasi yang baik untuk pertanian beserta ketersediaan pupuk, pembangunan colstorage dan pemaksimalan tempat pelelangan ikan (TPI) agar ikan hasil tangkapan nelayan bernilai ekonomi tinggi. “Sekarang, kalau jalan darat dari Tarutung sedang tidur, tiba-tiba terbangun karena kendaraan meloncat-loncat sebab jalannya keriting, berarti kita sudah sampai di Tapteng…,” ujar Bonaran Situmeang sambil senyum kecut yang juga akan memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari kurang lebih 100 kilometer garis pantai Tapteng. “Hasil laut dan pantai bernilai ekonomis supertinggi, tapi kok rakyat Tapteng masih susah terus,” tegasnya.

Bonaran Situmeang pun berjani memberi pendidikan politik demokratis. PNS, misalnya dipersilakan ikut diskusi politik tapi tidak berpolitik. “Lima keluargaku, karena diskusi politik, dimutasi dan hak sebagai warga negara, diberangus bila tidak berpolitik demi kepentingan penguasa. Itu tidak boleh,” tegasnya sambil mengatakan bila rakyat phobi politik berarti tidak berproses demokratisasi.

http://hariansib.com/?p=150818

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • madison simarmata  On Rabu, 17 November, 2010 at 11:06 AM

    Sangat mendukung Bonaran Situmeang menjadi Bupati Tapteng periode 2011-2016, dia sangat tepat dan punya kemampuan apalagi dia sebagai putra daerah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: