Konflik Lahan di Perkebunan PT Nauli Sawit

Rabu, 02 May 2012 13:33
15 KK Penuhi Panggilan
BARUS- Tim verifikasi tanah mengundang 27 kepala keluarga (KK) yang mengklaim tanahnya dikuasai oleh PT Nauli Sawit untuk dimintai keterangannya, Selasa (1/5). Namun yang hadir pada acara tersebut hanya 15 KK.
Pertemuan digelar di aula kantor Camat Sirandorung. Hadir dalam pertemuan itu Sekda Tapteng Baharuddin Manik sebagai ketua tim, Kadis Pertanahan Erwin Marpaung, Kadis Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Edy Supian Damanik, Kabag Ops Polres Tapteng Kompol Leo Siagian, Kasat Reskrim AKP Rahmat Faisal Simatupang, Asisten I AR Purba, Asisten II Aris Sutrisno.

Ketua tim verifikasi yang juga Sekda Tapteng Baharuddin Manik kepada warga yang hadir pada acara tersebut mengatakan, dasar dilaksanakannya verifikasi ini sesuai SK Bupati Tapteng Nomor 33/Pertanahan/2012 tentang pembentukan tim investigasi permasalahan tanah antara warga dengan PT Nauli Sawit. Tujuannya untuk mengiventarisasi seluruh permasalahan tanah yang ada di di Kecamatan Sorkam Barat, Sosorgadong, Andam Dewi, Sirandorung dan Manduamas yang dituduh diserobot oleh PT Nauli Sawit sejak tahun 2004 serta untuk mencari solusinya.

“Telah lama kita dengar ada permasalahan tanah warga dengan PT Nauli Sawit. Untuk mencari solusinya, Bupati Bonaran Situmeang membentuk tim verifikasi. Untuk tahap pertama kita hari ini mengundang 27 KK warga Sirandorung yang masuk dalam daftar yang tanahnya diserobot pihak perusahaan. Sedangkan yang lainnya akan kita undang di lain kesempatan. Jadi saya harapkan warga yang sudah diundang tahap pertama ini, benar-benar jujur memberikan keterangan kepada tim. Ini awal dari tim bekerja, masih banyak waktu kita untuk menyapa warga yang tanahnya diserobot pihak perusahaan. Jadi saya harapkan warga yang belum diundang hari ini agar bersabar,” ucap Sekda.

Selanjutnya, kata Sekda, masa verifikasi tahap pertama ini selama lima hari sejak kemarin. Yaitu memberikan keterangan kepada tim. “Kepada 27 KK ini akan memberikan bukti tertulis kepada tim dan cek ke lapangan. Bagi yang tidak memiliki bukti tertulis, warga juga diberikan kesempatan untuk mengecek langsung ke lapangan dengan membawa saksi-saksi serta batas-batasnya. Hasilnya nanti akan kita laporkan ke Bupati Bonaran Situmeang. Nanti Bupati lah yang akan mengambil kesimpulan. Setelah tahap pertama ini tuntas, baru kita lanjutkan tahap berikutnya. Saya tegaskan, kita di sini bukan untuk menerima pengaduan, tapi untuk memverifikasi permasalahan. Kalau masalah pengaduan sudah dibentuk Polres Tapteng,” pungkasnya.

Kabag Ops Polres Tapteng Kompol Leo Siagian berharap agar warga jujur. Artinya, warga jangan mengaku tanahnya ada diserobot PT Nauli Sawit, tapi ternyata tidak ada. “Tim ini independen, mari kita sportif. Tim verifikasi ini untuk menfasilitasi permasalahan warga dengan PT Nauli Sawit. Sedangkan untuk menentukan hasilnya nanti adalah Bupati Tapteng,” katanya. Amatan METRO dalam acara tersebut, para warga yang hadir dimintai keterangan awal oleh tim dengan melakukan wawancara langsung kepada warga satu persatu oleh Kasat Reskrim Polres Tapteng AKP Rahmat Faisal Simatupang, Kabag Hukum Pemkab Dedy Safii dan Kasubsi Perkara BPN Tapteng Henry Hutahaen. Setelah satu persatu warga yang diundang selesai dimintai keterangan, mereka meninggalkan aula.

Kasman Sihotang mewakili warga mengaku kecewa kepada tim verifikasi. Sebab menurutnya warga yang diundang tim verifikasi kemarin tidak terdaftar dalam laporan warga yang disampaikan langsung kepada Bupati pada awal bulan lalu. “Kita kecewa kepada tim ini. Kita yang berjuang sejak tahun 2004 lalu namun kita tak diundang untuk tahap awal ini. Padahal semua nama-nama yang diundang hari ini tak ada kita usulkan ke bupati. Besok saya dan beberapa warga akan mendatangi bupati untuk mempertanyakan hal ini,” kata Kasman.

Sedangkan ustad M Sodhiqin Lubis ketika ditanya tentang kinerja tim ini mengaku menyambut baik. Hanya saja, dia mengatakan tetap tidak puas dengan cara yang dibuat tim. Namun dia tetap akan memberikan kesempatan kepada tim untuk bekerja, tapi tetap mengawalnya hingga tuntas.
“Nanti kalau tim ini main-main, merugikan rakyat, kita akan kembali turun. Jadi sekarang kita biarkan dulu mereka itu bekerja sesuai mekanisme tim,” tandasnya.

Sumber: http://www.metrosiantar.com/arsip/index.php/Tapteng-Sibolga-Nauli/konflik-lahan-di-perkebunan-pt-nauli-sawit

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: